Yang Istimewa dari Peringatan Hari Jadi ke-245 Pontianak

Sejumlah permainan rakyat dan kesenian daerah bakal mewarnai perayaan Hari Jadi ke-245 Pontianak yang jatuh pada 23 Oktober.

Sabtu, 22 Okt 2016 23:14 WIB

Ilustrasi.

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Pontianak – Sejumlah permainan rakyat dan kesenian daerah bakal mewarnai perayaan Hari Jadi ke-245 Pontianak yang jatuh pada 23 Oktober. Salah satunya, Festival Meriam Karbit.

Puluhan meriam dari kayu gelondongan sepanjang enam hingga sepuluh meter tersusun rapi di bantaran Sungai Kapuas, yang merupakan urat nadi ekonomi dan awal mula sejarah Kota Khatulistiwa ini.

Wakil Walikota Pontianak Edy Rusdy Kamtono menuturkan, ada yang unik pada peringatan tahun ini. Salah satunya, helatan Festival Meriam Karbit yang tak biasa. Lazimnya, kegiatan ini dilakukan oleh orang dewasa, namun khusus tahun ini akan digelar untuk tingkat pelajar. Alasannya, agar para kawula muda utamanya pelajar terus mengingat sejarah Kota Pontianak.

"Untuk melestarikan permainan meriam karbit yang merupakan ciri khas warga Kota Pontianak sejak dulu. Ini sebenarnya dimainkan biasanya sejak malam lebaran hingga hari lebaran," kata Edi Rusdi Kamtono di Pontianak, Sabtu (22/10/2016).

"Tapi dalam ragka terus melestarikan ini tingkat pelajar, di momen Hari Jadi Kota Pontianak, maka dilangsungkan kegiatan ini sebagai rangakaiannya," lanjut Edi.

Sementara itu, rangkaian acara lain pun diselenggaran selama sepekan ke depan sejak Kamis 20 Oktober lalu untuk memperingati Hari Jadi ke-245 Kota Pontianak. Mulai dari arakan pengantin berbusana adat Melayu Telo' Belangak disertai sejumlah seserahan, makan saprahan atau makan bersama dengan posisi memanjang, dan sejumlah kegiatan buah kretifitas warga.

Di samping itu juga digelar Festival Parit dan Sungai yang menjadi ikon Kota Pontianak. Helatan ini bertujuan mengembalikan sejarah Kota ini sebagai Kota seribu parit yang bisa dilalui oleh sampan.

Baca juga:

Yang paling menarik dari Peringatan Hari Jadi ini adalah, seluruh kuliner khas Pontianak yang biasanya hanya disuguhkan saat momen khusus seperti doko-doko, tapai menaon, dan sotong pankong juga akan disuguhkan di setiap lokasi acara peringatan.

Wakil Walikota Pontianak Edi Rusdy menambahkan, dukungan penuh Warga Pontianak membuat peringatan Hari Jadi Pontianak tahun ini lebih semarak. Sebab hampir separuh kegiatan merupakan swadaya dari masyarakat Pontianak. Semisal, warga di bantaran parit Sungai Jawi yang secara mandiri menggelar kegiatan kecil lomba sampan dan memancing di parit.




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Puasa kali ini bertepatan dengan masa kampanye pilkada 2018