Wajib Pajak Banyak Tanya, Kantor Pajak Pangkalan Bun Kewalahan

"Terakhir-terakhir ini bagian pemeriksa pun kita turunkan (melakukan penyuluhan) karena kita tidak mampu lagi meng-handle."

Senin, 24 Okt 2016 21:32 WIB

KBR, Pangakalan Bun- Kantor Pajak Pratama (KPP) Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, kewalahan melayani wajib pajak setelah diluncurkan program pengampunan pajak (tax amnesty). Pasalnya, setiap hari banyak masyarakat yang datang ke kantor pajak untuk meminta informasi seputar program pengampunan pajak tersebut.

Menurut Kepala Kantor Pajak Pratama Pangkalan Bun Artiek Purnawestri, saat ini jumlah pegawainya sebanyak 78 orang yang terbagi untuk Kabupaten Kotawaringin Barat, Lamandau dan Sukamara. Dari 78 orang itu, jumlah penyuluh pajak masih sangat minim.

"Jadi akhirnya teman-teman bagian pengawasan itu kita turunkan untuk melakukan penyuluhan. Terakhir-terakhir ini bagian pemeriksa pun kita turunkan (melakukan penyuluhan-red) karena kita tidak mampu lagi meng-handle," kata Artiek, Senin (24/10/2016).

Kantor Pajak Pratama Pangkalan Bun dibebani target paling besar di Provinsi Kalimantan Tengah yakni mencapai Rp 1,8 triliun. Banyak wajib pajak besar yang ditangani Kantor Pajak Pratama Pangkalan Bun terutama perusahaan perkebunan dan pertambangan. Hingga saat ini, target tersebut sudah tercapai sebesar 68%. Sementara, pada periode pertama yang ditutup pada akhir bulan lalu, total amnesti pajak yang didapat Pangkalan Bun mencapai Rp 160,6 miliar lebih.

Editor: Dimas Rizky 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Ini Hasil Rapat Bamus DPR soal Perppu Ormas

  • Tim Arkeolog Sumba Berupaya Cetak Kerangka Situs 2800 Tahun
  • LN: Amerika Terapkan Sanksi Baru bagi Pendukung Korea Utara
  • OR: Di Tengah Ketakpastian Draxler Didekati Sejumlah Klub

Indonesia baru merayakan dirgahayu yang ke-72. Ada banyak harapan membuncah untuk generasi penerus yang bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.