Tiap Hari Listrik Byar Pet, Warga di Rembang Teriak

Pemadaman listrik memukul usaha masyarakat. Diantara usaha rakyat yang terganggu adalam usaha pembuatan es batu, konveksi dan perbengkelan yang bergantung pada pasokan listrik.

Rabu, 26 Okt 2016 09:01 WIB

Ilustrasi. (Foto: Djruhavi/Flickr/Creative Commons)



KBR, Rembang – Belasan desa di Kabupaten Rembang Jawa Tengah belum terbebas dari masalah pemadaman listrik. Pemadaman listrik paling sering terjadi di kawasan perbatasan Provinsi Jawa Tengah dengan Jawa Timur, terutama di Kecamatan Sarang.

Camat Sarang, Edi Kiswanto mengatakan sudah banyak masyarakat mengadukan masalah mati listrik yang terus terjadi. Edi mengatakan warga terganggu aktivitasnya. Warga juga mengkhawatirkan barang-barang elektronik cepat rusak.

Edi mengklaim sudah beberapa kali membahas listrik byar pet itu dengan PLN, namun hingga kini tidak kunjung tertangani.

"Hampir setiap hari padam. PLN beralasan perlu tambahan travo. Yang kedua terjadi over kapasitas (penggunaan berlebih), sehingga listrik kerap padam. Itu versi PLN, saya nggak tahu yang sebenarnya. Mestinya saya berharap dari pihak PLN ada solusi, karena masyarakat sangat membutuhkan. Kalau sehari, listrik padam 2–3 kali, masyarakat jadi kacau," kata Edi Kiswanto kepada KBR, Selasa (25/10/2016).

Baca juga:


Seorang warga di Kecamatan Sarang, Rembang, Suradi menyatakan pemadaman listrik memukul usaha masyarakat. Diantara usaha rakyat yang terganggu adalam usaha pembuatan es batu, konveksi dan perbengkelan yang bergantung pada pasokan listrik.

PLN Rembang menganggap pemadaman listrik lebih banyak disebabkan faktor cuaca. Sedangkan soal penguatan trafo, hal itu masih dikaji.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Mendes Akui Sudah Tahu Soal WTP Sebelum Diumumkan

  • Polisi Dalami Keterlibatan Oknum Anggotanya yang Diduga Terima Suap dari Uber
  • Fraksi PDIP Ganti Posisi Masinton di Pansus KPK
  • Susi bagikan 690 paket alat tangkap ikan ramah lingkungan