Terus Diburu, Populasi Penyu Banyuwangi di Ambang Punah

Berkurangnya perkembangbiakan penyu tersebut disebabkan maraknya perburuan daging dan telur penyu.

Selasa, 25 Okt 2016 13:36 WIB

Penyu hijau sitaan di BKSDA Banyuwangi. (Foto: Hermawan/KBR)



KBR, Banyuwangi - Populasi penyu di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, hampir punah. Hal itu akibat perburuan yang terus-menerus, menyebabkan perkembangbiakan terganggu.

Ketua Yayasan Penyu Banyuwangi Wiyanto Haditanojo mengatakan berkurangnya perkembangbiakan penyu tersebut disebabkan maraknya perburuan daging dan telur penyu. Bahkan, saat ini telur penyu mudah dijumpai diperjualbelikan di pasar-pasar tradisonal di Banyuwangi.  

Baca juga:


Wiyanto mengatakan faktor pencemaran limbah di sepanjang pesisir Banyuwangi juga menambah terus berkurangnya populasi penyu yang ditemukan.

Ia berharap masyarakat tetap bisa menjaga lingkungan untuk mempertahankan  populasi penyu.

"Populasi penyu saat ini sudah memprihatinkan. Tambah lama trennya jadi menurun (jumlahnya). Karena kondisi alamnya saat ini juga banyak pencemaran, seperti sampah plastik, itu termakan penyu," kata Wiyanto Haditanojo saat pelepasan tukik hasil penangkaran, di Pantai Boom Banyuwangi, Selasa (25/10/2016).

Ketua Yayasan Penyu Banyuwangi Wiyanto Haditanojo menambahkan populasi penyu di Banyuwangi saat ini tinggal 20 hingga 30 persen saja dari angka 800-an ekor. Berkurangnya perkembangbiakan penyu tersebut sebagian besar dari ulah manusia.

Wiyanto memprediksi populasi penyu akan punah di Banyuwangi dalam beberapa tahun ke depan antara lima hingga 10 tahun. Untuk itu, pemerintah diharapkan bisa memperhatikan populasi hewan ini dengan memberi sanksi tegas terhadap pemburu telor penyu.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Siapkan Dua Opsi soal Polemik PJ Gubernur Polri

  • Bekas Pimpinan KPK: Kasus Novel Tak Tuntas Bisa Jadi Catatan Buruk Jokowi untuk 2019
  • Longsor Terjang Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah, 4 Tewas 6 Luka Parah
  • Sanksi Baru Amerika Untuk Korut

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.