Seniman membawakan tarian jaran kepang saat tradisi Kirab Ruwatan di depan Balaikota, Malang, Jawa Timur, Senin (17/10). (Foto: Antara)



KBR, Malang- Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur menggelar tradisi kirab ruwatan. Tradisi ini mengandung harapan   agar Malang terhindar dari bencana alam dan bahaya.

Wali Kota Malang Mochamad Anton menuturkan ruwatan merupakan tradisi Jawa yang harus dilestarikan. Ruwatan merupakan bagian dari wujud melestarikan budaya sebagai jati diri sebuah bangsa.

Kata dia, ruwatan juga diharapkan bisa menarik wisatawan untuk berkunjung ke Malang. Sehingga menjadi wisata alternatif selain wisata alam dan sejarah.

Ruwatan melibatkan ratusan seniman dan penghayat kepercayaan.

"Kita berharap budaya tak sampai mati. Kita ingin melestarikan budaya itu. Hal inilah yang dilakukan masyarakat Jawa yang selalu tak pernah lepas dari ini semua," kata Wali Kota Malang Mochamad Anton, Senin (17/10).

Ruwatan dimulai dengan kirab atau arak-arakan sesaji berupa gunungan yang terdiri dari aneka hasil bumi. Kirab sesaji yang diiringi kesenian tradisional dimulai dari depan Balai Kota Malang menuju Alun-Alun Kota Malang.

Harum dupa dan kemenyan menguar dalam suasana kirab. Para penganut kepercayaan membuat rajah cakra kala yang dilengkapi dengan air dari tujuh sumber mata air, dan bunga setaman.


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!