Status Normal, Larangan Pendakian ke Gunung Raung Belum Dicabut

Puncak gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Banyuwangi, Jember dan Bondowoso tersebut masih berbahaya karena aktivitas vulkanik masih terjadi.

Senin, 24 Okt 2016 11:18 WIB

Gunung Raung. Foto: Friska/KBR


KBR, Banyuwangi- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Jawa Timur masih melarang aktivitas pendakian  ke Gunung Raung, meski sejak tanggal 20 Oktober 2016 lalu, status gunung itu sudah turun dari waspada menjadi normal. Juru bicara BPBD Banyuwangi, Eka Muharram beralasan, puncak gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Banyuwangi, Jember dan Bondowoso tersebut masih berbahaya karena aktivitas vulkanik masih terjadi.  

Untuk itu, kata Eka, berdasarkan instruksi dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), radius 1 kilometer dari puncak gunung tidak boleh ada aktivitas manusia. 

“Akitivitas vulkaniknya sudah mulai menurun dan sudah pada standar aktivitas normal dari Gunung Api. Tetap saja dalam mitigasi bencana Gunung Api titik amanya itu satu kilometer,”kata Eka Muharram hari ini Senin (24/10/2016) di Banyuwangi.

Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menurutkan status  Gunung Raung di Jawa Timur sejak tanggal 20 Oktober 2016 kemarin dari waspada menjadi normal.
Penurunan Status Gunung Raung itu karena Aktivitas kegempaanya saat ini didominasi oleh Gempa Hembusan dan getaran tremor dengan amplituda maksimum relatif menurun.

Hasil pemantauan deformasi mengindikasikan, tidak adanya tekanan yang ditimbulkan oleh pergerakan magma dari tempat yang dalam ke tempat yang lebih dangkal. BPBD Banyuwangi mengimbau masyarakat di sekitar gunung,  tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu tentang letusan karena pihaknya akan selalu berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung di Kecamatan Songon, Kabupaten Banyuwangi.

Baca juga: Abu Vulkanik Gunung Raung Tutupi 24 Kecamatan di Banyuwangi


Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi
  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial

Bertemu Delegasi Solomon, Wiranto Bantah Ada Konflik di Papua

  • Sengketa Tanah Luwuk, Warga Protes Penutupan Area Sengketa
  • Pemerintah Janji Perpres 20 Tak Akan Bikin Indonesia Kebanjiran Tenaga Kerja Asing
  • Polri Siapkan Jalur Alternatif Mudik Lebaran 2018

Setiap individu itu unik, mereka memiliki kesukaan masing-masing, termasuk dalam bekerja. Kebanyakan orang ingin bekerja di bidang yang sesuai dengan passion dan motivasi mereka masing-masing.