Sarana & Prasarana Kereta Api (KA) Perintis Aceh Terus Diperbaiki

Pengoperasian kembali KA Perintis Aceh menghabiskan anggaran sebesar Rp13 miliar dari APBN 2016.

Minggu, 02 Okt 2016 18:42 WIB

Tim PT KAI tinjau Stasiun Kereta Api Perintis Aceh, yang akan dioperasionalkan 1 November mendatang. Foto : Erwin Jalaluddin/KBR

KBR, Lhokseumawe– Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Utara mempercepat perbaikan sarana dan prasarana Kereta Api (KA) Perintis Aceh. Kepala Seksi Lalu Lintas Sarana dan Keselamatan Perkeretaapian, Iskandar mengatakan, hal tersebut dilakukan agar target pengoperasian kereta pada 1 November 2016 dapat terpenuhi. 


Selain itu, kata dia, pihaknya juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat di sepanjang rel atau lintasan KA Perintis Aceh.

”Jadi kegiatan hari ini kita ingin menginformasikan ke masyarakat, bahwa kereta api lintas Krueng Mane-Krueng Geukueh ditahun ini akan Kita aktifkan dan operasikan kembali. Sehingga, masyarakat akan terinfokan, baik yang akan menaikinya maupun masyarakat sekitar yang akan lebih waspada melewati lintasan itu, ” kata Iskandar kepada KBR, Ahad (2/10).

Iskandar menambahkan rute Krueng Guekueh-Krueng Mane memiliki panjang 11,25 kilometer.  Pengoperasian kembali KA Perintis Aceh menghabiskan anggaran sebesar Rp13 miliar dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN) 2016.

Sebelumnya PT KAI sempat menghentikan operasional Kereta perintis Aceh dengan alasan tidak diminati oleh warga pada akhir 2013. KA Perintis Aceh hanya dimanfaatkan untuk sarana bermain anak, karena jarak tempuh yang begitu pendek.

” Ini adalah cikal-bakal lahirnya kereta api kembali di Aceh. Kami sangat fokus untuk menjembatani lahirnya kereta api Aceh, ” lanjut Iskandar. 

Berita lain: Proyek Tak Masuk Akal, DPRD Sumba Timur Tolak Usulan Pemda


Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Pansus KPK Minta Bertemu untuk Rapat Konsultasi, Ini Tanggapan Jokowi

  • Kasus Palu Arit, Aktivis Tumpang Pitu Didakwa Langgar UU
  • Kloop: Masih Terus Kebobolan, Liverpool Akan Susah
  • Inggris Tangkap Tersangka Ketiga Pengebom di London