RS Hasan Sadikin Siap Pisahkan Pasien Kembar Siam Keenam

"Pertama tulang pinggul bersatu, saluran air besarnya bersatu, saluran air kecilnya bersatu."

Rabu, 26 Okt 2016 20:51 WIB

Bayi kembar siam asal Sumedang, Jawa Barat, Devina dan Devani, di ruang poli tumbuh kembang anak, RS Hasan Sadikin, Selasa (25/10). (Foto: KBR/Arie N.)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Bandung- Rumah sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung  menerima pasien bayi kembar siam  asal Sumedang, Jawa Barat, bernama Devina dan Devani yang mengalami dempet di bawah pinggul. Pendempetan anggota tubuh yang di bawah pinggul bayi kembar siam berusia 2 tahun 3 bulan itu akan diperiksa selama sepekan oleh tim dokter rumah sakit rujukan se Jawa Barat tersebut.

Menurut Direktur Medis dan Keperawatan RS Hasan Sadikin Bandung, Nucky Hidayat, kondisi dempetan atau penyatuan anggota tubuh bayi kembar siam yang pernah dirawat di rumah sakit yang sama tersebut dianggap sangat kompleks.

"Pertama tulang pinggul bersatu, saluran air besarnya bersatu, saluran air kecilnya bersatu. Kaki sebelah kanan terpisah tapi kaki bagian kiri tergabung," ujar Nucky Hidayat dalam keterangan resminya di Bandung, Rabu (26/10).

Direktur Medis dan Keperawatan RS Hasan Sadikin Bandung, Nucky Hidayat mengatakan,   tim dokter akan memeriksa dengan alat CT Scan dan zat kontras untuk mengetahui bagian yang akan dipisahkan pada hari besok. Karena kata Nucky, seluruh organ tubuh bagian atas seperti mulut, usus dan perut seluruhnya terpisah.

Dia menambahkan, pemeriksaan medis terhadap bayi kembar siam keenam yang masuk ke RS Hasan Sadikin kemarin itu, bertujuan untuk mengetahui tindakan medis selanjutnya.

Pada pemeriksaan medis kemarin, tim dokter tidak menemukan riwayat penyakit yang diidap oleh bayi Devana dan Devina. Tetapi hasil medis terakhir, kedua bayi itu pernah mengalami infeksi paru - paru namun dinyatakan sudah sembuh.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.