Puluhan Ibu Hamil di Aceh Utara Meninggal karena Pendarahan

Mahkrozal meminta seluruh ibu hamil terus dan rutin melakukan pemeriksaan medis di pos kesehatan terdekat, baik Puskesmas, Puskesmas Pembantu atau Poliklinik Pedesaan.

Jumat, 28 Okt 2016 09:59 WIB

Ilustrasi. Pemeriksaan kesehatan ibu hamil. (Foto: kesehatanibu.depkes.go.id)



KBR, Lhokseumawe
– Sedikitnya 20-an ibu hamil di Kabupaten Aceh Utara meninggal akibat mengalami pendarahan.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara Mahkrozal mengatakan terus berupaya menekan angka kematian ibu hamil, dengan meningkatkan kesadaran menjaga kesehatan bagi ibu hamil.

Baca: 2019, BKKBN Targetkan Penurunan Angka Kematian Ibu

Mahkrozal mengatakan sosialisasi terus dilakukan terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan terpencil. Daerah terpencil selama ini paling mendominasi angka kematian tersebut.

"Angka kematian ibu setelah kita lihat, pertama-tama (disebabkan) akibat pendarahan. Kalau sudah pendarahan kalau lambat dijemput pakai ambulan bisa gawat, karena berdampak terhadap resiko lebih tinggi. Jadi, kita meminimaliskan ini jangan sampai ada yang meninggal akibat pendarahan, mengingat saat ini angka kematian ibu hamil itu sudah mencapai 22 kasus," kata Mahkrozal kepada menjawab KBR, Kamis (27/10/2016).

Mahkrozal meminta seluruh ibu hamil terus dan rutin melakukan pemeriksaan medis di pos kesehatan terdekat, baik Puskesmas, Puskesmas Pembantu atau Poliklinik Pedesaan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Aceh Utara, pada tahun 2014 angka kematian ibu melahirkan di Aceh Utara berada diposisi tertinggi se-Aceh. Akan tetapi, angka itu turun pada tahun 2015 hanya berjumlah 11 kasus. Tahun ini angkanya bertambah menjadi 22 kasus.

Menteri Kesehatan, Nila Moeloek mengatakan setiap harinya ada 44  ibu yang meninggal saat melahirkan. Serta 440 bayi yang meninggal sebelum berumur satu tahun. Faktor utama dari tingginya angka tersebut adalah pendarahan yang terjadi saat melahirkan. Namun bukan karena fasilitas kesehatan yang kekurangan stok darah.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Saracen, Analisis PPATK sebut Nama Besar

  • Bentuk Densus Tipikor, Mabes Minta Anggaran Hampir 1 T
  • Bareskrim Sita Jutaan Pil PCC di Surabaya
  • Konflik Myanmar, Tim Pencari Fakta PBB Minta Tambahan Waktu