Ilustrasi. Pemeriksaan kesehatan ibu hamil. (Foto: kesehatanibu.depkes.go.id)



KBR, Lhokseumawe
– Sedikitnya 20-an ibu hamil di Kabupaten Aceh Utara meninggal akibat mengalami pendarahan.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara Mahkrozal mengatakan terus berupaya menekan angka kematian ibu hamil, dengan meningkatkan kesadaran menjaga kesehatan bagi ibu hamil.

Baca: 2019, BKKBN Targetkan Penurunan Angka Kematian Ibu

Mahkrozal mengatakan sosialisasi terus dilakukan terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan terpencil. Daerah terpencil selama ini paling mendominasi angka kematian tersebut.

"Angka kematian ibu setelah kita lihat, pertama-tama (disebabkan) akibat pendarahan. Kalau sudah pendarahan kalau lambat dijemput pakai ambulan bisa gawat, karena berdampak terhadap resiko lebih tinggi. Jadi, kita meminimaliskan ini jangan sampai ada yang meninggal akibat pendarahan, mengingat saat ini angka kematian ibu hamil itu sudah mencapai 22 kasus," kata Mahkrozal kepada menjawab KBR, Kamis (27/10/2016).

Mahkrozal meminta seluruh ibu hamil terus dan rutin melakukan pemeriksaan medis di pos kesehatan terdekat, baik Puskesmas, Puskesmas Pembantu atau Poliklinik Pedesaan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Aceh Utara, pada tahun 2014 angka kematian ibu melahirkan di Aceh Utara berada diposisi tertinggi se-Aceh. Akan tetapi, angka itu turun pada tahun 2015 hanya berjumlah 11 kasus. Tahun ini angkanya bertambah menjadi 22 kasus.

Menteri Kesehatan, Nila Moeloek mengatakan setiap harinya ada 44  ibu yang meninggal saat melahirkan. Serta 440 bayi yang meninggal sebelum berumur satu tahun. Faktor utama dari tingginya angka tersebut adalah pendarahan yang terjadi saat melahirkan. Namun bukan karena fasilitas kesehatan yang kekurangan stok darah.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!