Tim Labfor Polda saat melakukan olah TKP di Pasar Induk Bondowoso, Senin (17/10/2016). (Foto: KBR/Friska Kalia)



KBR, Bondowoso– Tim Laboratorium Forensik Kepolisian Jawa Timur,  menyelidiki penyebab runtuhnya bangunan pasar induk Bondowoso. Robohnya bangunan menyebabkan  5 orang pekerja terluka pada Kamis (13/10) lalu.

Kepala Urusan Pembinaan Urusan Operasional   Reskrim  Bondowoso,  Kuswono Arianto mengatakan, olah TKP dan pengujian yang dilakukan  untuk mengetahui penyebab runtuhnya bangunan pasar yang baru dimulai pembangunannya pada Maret lalu.

“Tim Labfor itu melakukan pengujian laboratoris untuk mengetahui penyebab runtuhnya bangunan pasar ini. Untuk hasilnya kita belum tahu kapan akan keluar, tergantung tingkat kesulitannya,” kata Kuswono kepada KBR, Senin (17/10/2016) petang.

Berdasarkan pantauan KBR, Tim Labfor Polda Jatim terlihat memeriksa sejumlah elemen pada bangunan lantai dua pasar induk. Petugas mengambil sejumlah contoh seperti lapisan semen yang digunakan pekerja serta beberapa besi yang menjadi tiang penyangga bangunan. Sejumlah pekerja yang mengalami luka ringan dan kontraktor juga hadir dalam olah TKP yang berlangsung hingga sore hari tersebut.

Sementara itu, Polres Bondowoso masih memeriksa sejumlah pihak. Menurut Kuswono, Polres sudah meminta keterangan  kontraktor dan PPTK proyek pembangunan pasar senilai Rp20 milyar tersebut.

“Kita masih terus memeriksa pihak yang terlibat dalam pembangunan ini. Selain menunggu hasil labfor Polda kita juga terus melalukan penyelidikan. Nanti akan diketahui apakah ini kelalaian atau ada unsur pidana korupsi didalamnya,” ujarnya.

Sebelumnya, Sekitar 5 pekerja yang tengah mengerjakan proyek pembangunan pasar induk Kabupaten Bondowoso,  terluka akibat robohnya kontruksi bangunan lantai dua.  Kecelakaan kerja ini terjadi sekitar saat 5 orang pekerja tengah mengerjakan proses pengecoran lantai dua. Akibatnya 1 pekerja mengalami luka parah dan 4 lainnya luka ringan.

Pasar Induk Bondowoso, hangus terbakar pada September 2014 lalu. Kebakaran ini menghanguskan hampir seluruh bangunan dalam pasar. Awal 2016 lalu, Pemerintah Kabupaten Bondowoso membangun kembali pasar induk ini. Dengan anggaran mencapai Rp20 milyar, pembangunan pasar ini diperkirakan akan rampung 2018 mendatang.

Editor: Rony Sitanggang 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!