Miliaran Rupiah Untuk Pilkades Serentak di Banyuwangi

Anggaran Pilkades tersebut telah dianggarkan di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Banyuwangi tahun anggaran 2017.

Kamis, 20 Okt 2016 10:21 WIB

Ilustrasi pemilihan kepala desa. Foto: Antara


KBR, Banyuwangi- Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur mengangarkan Rp2,3 miliar untuk pelaksanan pemilihan kepala desa serentak 2017 mendatang. Menurut Asisten Pemerintahan Pemkab Banyuwangi, Choirul Ustadi, sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri, anggaran untuk pemilihan kepala desa melekat pada pemerintah Kabupaten Banyuwangi. 

Anggaran Pilkades tersebut telah dianggarkan di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Banyuwangi  tahun anggaran 2017.

Kata dia, jumlah desa di Banyuwangi yang akan mengikuti pilkades sebanyak 53 desa dari total 189 desa di sana. Sistem pemilihan kepala desa akan dilakukan dengan e- Voting atau pengutan suara elektronik.

“Sekarang ini untuk anggarannya untuk Pilkades 2017 Insyaallah ada 53. Dan anggaran sesuai dengan permendagri aturan itu  adalah melekat di Pemkab Banyuwangi. Di 2017 sudah kita anggarkan di DP SKPD di BPKAD untuk hibah kepada desa itu anggaranya sudah cukup dan serapanya insya allah kurang lebih Rp2,340 juta,” kata Choirul Ustadi, Kamis (20/10/2016) dalam Rapat Kordinasi  SKPD di Kantor Bupati Banyuwangi.

Choirul Ustadi menambahkan, Pemkab Banyuwangi saat ini masih terus melakukan kajian dan proses pematangan untuk mencari formula yang tepat sistem e-Voting. Terutama soal kelemahan sistem ini.

Sistem e-voting ini dinilai dapat meringankan tugas panitia penyelenggara karena hasil pemilihan akan langsung diketahui pasca pemilihan. Pemungutan suara  secara e-voting  juga dapat meringkas waktu jika dilakukan sesuai petunjuk teknis.

Baca juga:

Editor: Sasmito 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau