Warga binaan Lapas Kelas I Kesambi Cirebon, tengah membuat keset dari bahan limbah industri konveksi (Foto: Frans Mokalu/KBR)

KBR, Cirebon– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cirebon menandatangani perjanjian MoU dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan (Disperindagkop) UMKM Kota Cirebon, Dinas Kesehatan, dan pihak swasta. Kerja sama itu dilakukan untuk penjualan dan pemasaran produk warga binaan lapas.

Kepala Lapas Kelas I Kesambi Cirebon, Taufiqurrahman menyatakan selama ini dia mengaku kesulitan untuk memasarkan hasil produk warga binaan, diantaranya keset dari bahan limbah industri konveksi, meubel dari rotan sintetis, produksi bola sepak, kaligrafi dari bahan alumunium, jaring ikan, kaos, dan lainnya.

"Kami menandatangai MoU dengan Pemerintah Kota Cirebon dan swasta untuk memasarkan sekaligus menjual produk warga binaan. Kami harap, produk yang dihasilkan warga binaan bisa dijual luas seperti produk komoditas pada umumnya," tuturnya, Selasa (25/10/2016).

Dia menjelaskan salah satu kesulitan yang dihadapinya untuk menjual produk warga binaan adalah soal pemasaran produk.

"Kita kesulitan memasarkan produk hasil karya warga binaan. Ini terjadi karena, belum adanya jaringan pemasaran, kurangnya promosi, dan kurangnya petugas Lapas yang menguasai bidang pemasaran," katanya, Selasa (25/10/2016).

Semoga Bisa Membantu Warga Binaan
Sementara itu Kepala Disperindagkop UMKM Kota Cirebon, Yati Rohayati mengatakan, pihaknya akan mendukung pemasaran produk warga binaan sekaligus peningkatan sumber daya manusianya agar tercipta produk dagangan yang lebih berkualitas.

"Prinsipnya kita adalah mitra semua pengrajin. Selain pemasaran, kami akan berikan pendampingan dan pelatihan untuk warga binaan," katanya.

Setelah meninjau ke tempat produksi sejumlah produk seperti keset, pembuatan kaos, dan pembuatan bola sepak di Lapas kelas I Kesambi Cirebon. Ia menyatakan, pihaknya memiliki tanggungjawab besar agar produk warga binaan dapat diterima masyarakat dan dapat bersaing di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

"Kalau tidak tereksploitasi keluar ya percuma. Kalau bukan kita siapa lagi?" ujarnya.

Editor: Dimas Rizky 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!