Konversi Gas Elpiji Tak Kunjung Jalan, Pemda di Pulau Sumbawa Persoalkan Infrastruktur

Infrastruktur berupa depo gas elpiji rencananya akan dibangun di Bima untuk melayani tiga wilayah seperti Kota Bima dan Dompu.

Selasa, 25 Okt 2016 11:34 WIB

Ilustrasi tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram. (Foto: ANTARA)



KBR, Mataram - Masyarakat di pulau Sumbawa Nusa Tenggara Barat hingga kini masih menggunakan minyak tanah sebagai sumber energi bahan bakar rumah tangga.

Namun keberadaan minyak tanah sering langka, karena tingginya kebutuhan warga. Karena itu masyarakat di Pulau Sumbawa masih menunggu realisasi konversi minyak tanah ke gas elpiji yang akan dilakukan oleh Pertamina.

Bupati Kabupaten Bima Indah Damayanti Putri mengatakan konversi minyak tanah ke gas elpiji rencananya akan segera diberlakukan di pulau Sumbawa, termasuk di Kabupaten Bima.

Infrastruktur berupa depo gas elpiji rencananya akan dibangun di Bima untuk melayani tiga wilayah seperti Kota Bima dan Dompu.

"Dalam waktu dekat akan dilaksanakan konversi itu. Di beberapa tempat memang sudah ada yang sosialisasi. Stok minyak tanah masih sering terjadi kelangkaan, karena memang kebutuhan masyarakatnya yang sangat besar. Karena selama ini belum terpenuhi secara merata. Mudah-mudahan lewat konversi ini kebutuhan masyarakat bisa terlayani semua," kata Indah Damayanti Putri, Senin (24/10/2016).

Baca juga:


Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga menyatakan siap melakukan konversi minyak tanah ke gas elpiji. Hanya saja, Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa Mahmud Abdullah mengatakan, untuk melaksanakan konversi semua infrastruktur dasar harus terbangun lebih dahulu supaya tidak menjadi kendala dalam penyediaan pasokan gas elpiji yang berkelanjutan.

Program konversi minyak tanah ke gas elpiji di Pulau Sumbawa sudah sejak lama diwacanakan. Komisi VII bidang Energi dan Sumberdaya Mineral DPR mendorong agar Pertamina lebih cepat merealisasikan program konversi tersebut, mengingat konversi elpiji di Pulau Lombok sudah diberlakukan sejak 2011 lalu.

Anggota  komisi VII DPR dari NTB Kurtubi mengatakan, selama ini hambatan utama program konversi elpiji di Pulau Sumbawa  adalah ketersediaan infrastruktur. Karena itu di APBN 2017 nanti, terdapat alokasi anggaran untuk membangun depo elpiji yang berlokasi di kompleks Depo Pertamina Bima.

Baca: Konversi Gas Gagal, Warga Perbatasan Gunakan LPG Malaysia

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

KPPU Belum Temukan Indikasi Monopoli PT IBU

  • Menristek Bakal Tindak Dosen HTI Sesuai Prosedur
  • PUPR Kejar Sejumlah Ruas Trans Sumatera Beroperasi 2018
  • Kelangkaan Garam, Kembali ditemukan Garam Tak Berlogo BPOM

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.