Komnas PA Minta Kepolisian Serius Tangani Perkara Pelecehan Seksual Anak

Seringkali polisi mengaku menghentikan penyelesaian kasus dengan alasan tidak lengkapnya barang bukti.

Kamis, 06 Okt 2016 11:48 WIB

Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait mengunjungi Manado Sulawesi Utara dengan agenda mendatangi kelurga korban pelecehan seksual di bawah umur, sekolah korban, Gubernur Sulut dan Kapol



KBR, Manado- Ketua Komnas Perlindungan Anak, Komnas PA, Aris Merdeka Sirait mendesak pihak kepolisian tetap melanjutkan kasus pelecehan seksual yang terjadi saat ini khususnya kasus pencabulan di Manado. Kata Sirait, kepolisian harus melakukan pengembangan kasus jangan sampai kasus tersebut dihentikan sepihak dengan alasan tidak lengkap barang bukti.

“ Polda Sulut saya kira jangan terburu-buru dulu untuk mengatakan bahwa ini tidak dapat bukti karena ini memang perlu ada pengembangannya, dan saya yakin Polda Sulut tidak menghentikan perkara ini tetapi masih proses lidik,” ujar Ketua Komnas Perlindungan Anak ( KPA ) Indonesia, Arist Merdeka Sirait, Kamis (6/10/2016).

Kata Aris Merdeka Sirait, pihaknya dan pegiat perlindungan anak yang ada di Sulut pada Jumat (07/10) besok akan melakukan pertemuan langsung dengan Kapolda Sulut untuk memberikan bukti - bukti petunjuk dan desakkan menuntaskan kasus - kasus pelecehan seksual di bawah umur yang dilihat saat ini terhenti.

“Kami juga datang memberikan support kepada anak yang diduga menjadi korban di SMK Manado. Ini adalah upaya menjalin kerjasama agar penegakkan hukumnya berkeadilan bagi korban.” Ujar Arist.

Lanjut Aris Merdeka Sirait, kasus pelecehan seksual seringkali berhenti di kepolisian, tidak sampai ke pengadilan. “ Dan sebenarnya kasus pelecehan seksual adalah kejahatan luar bisa.” 

Arist menunjuk kasus kekeraaan seksual yang melibatkan kepala Dinas di Manado. Korban diketahui sedang menjalankan program belajar PKL (Praktek Kerja Lapangan) di SKPD yang dipimpin oknum kadis tersebut.

Ketua Komnas Perlindungan Anak ( KPA ) Indonesia, Aris Merdeka Sirait yang didampingi Ketua Komnas Perlindungan anak Sulawesi Utara, Jull Takaliuang mengadakan kunjungan selama beberapa hari di Manado Sulawesi Utara dengan agenda mendatangi kelurga korban pelecehan seksual di bawah umur, sekolah korban, Gubernur Sulut dan Kapolda Sulut.

Editor: Malika 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh

KKP Gagal Capai Target Ekspor Ikan

  • HRW Usulkan 4 Isu Jadi Prioritas Dialog Jakarta Papua
  • Terduga TBC di Medan Capai Seribu Orang
  • Dalai Lama Luncurkan Aplikasi

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi