Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait mengunjungi Manado Sulawesi Utara dengan agenda mendatangi kelurga korban pelecehan seksual di bawah umur, sekolah korban, Gubernur Sulut dan Kapolda Sulut. Foto: KBR/Zul



KBR, Manado- Ketua Komnas Perlindungan Anak, Komnas PA, Aris Merdeka Sirait mendesak pihak kepolisian tetap melanjutkan kasus pelecehan seksual yang terjadi saat ini khususnya kasus pencabulan di Manado. Kata Sirait, kepolisian harus melakukan pengembangan kasus jangan sampai kasus tersebut dihentikan sepihak dengan alasan tidak lengkap barang bukti.

“ Polda Sulut saya kira jangan terburu-buru dulu untuk mengatakan bahwa ini tidak dapat bukti karena ini memang perlu ada pengembangannya, dan saya yakin Polda Sulut tidak menghentikan perkara ini tetapi masih proses lidik,” ujar Ketua Komnas Perlindungan Anak ( KPA ) Indonesia, Arist Merdeka Sirait, Kamis (6/10/2016).

Kata Aris Merdeka Sirait, pihaknya dan pegiat perlindungan anak yang ada di Sulut pada Jumat (07/10) besok akan melakukan pertemuan langsung dengan Kapolda Sulut untuk memberikan bukti - bukti petunjuk dan desakkan menuntaskan kasus - kasus pelecehan seksual di bawah umur yang dilihat saat ini terhenti.

“Kami juga datang memberikan support kepada anak yang diduga menjadi korban di SMK Manado. Ini adalah upaya menjalin kerjasama agar penegakkan hukumnya berkeadilan bagi korban.” Ujar Arist.

Lanjut Aris Merdeka Sirait, kasus pelecehan seksual seringkali berhenti di kepolisian, tidak sampai ke pengadilan. “ Dan sebenarnya kasus pelecehan seksual adalah kejahatan luar bisa.” 

Arist menunjuk kasus kekeraaan seksual yang melibatkan kepala Dinas di Manado. Korban diketahui sedang menjalankan program belajar PKL (Praktek Kerja Lapangan) di SKPD yang dipimpin oknum kadis tersebut.

Ketua Komnas Perlindungan Anak ( KPA ) Indonesia, Aris Merdeka Sirait yang didampingi Ketua Komnas Perlindungan anak Sulawesi Utara, Jull Takaliuang mengadakan kunjungan selama beberapa hari di Manado Sulawesi Utara dengan agenda mendatangi kelurga korban pelecehan seksual di bawah umur, sekolah korban, Gubernur Sulut dan Kapolda Sulut.

Editor: Malika 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!