Barang Bukti Kayu Ilegal yang disita Polres Rejang Lebong diduga berasal dari Taman Nasional Kerinci Seblat. (Foto: KBR/M. Antoni)



KBR, Rejang Lebong- Jajaran kepolisian Rejang Lebong, Bengkulu menyita  3 kubik kayu ilegal. Kayu   diduga hasil perambahan hutan  kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang berada di wilayah kecamatan Bermani Ulu. Kayu  jenis meranti dan semalow itu didapat  dari perkebunan milik yang berdekatan dengan kawasan hutan TNKS.

Kanit Tipidter Polres Rejang Lebong  Bayu Heri menjelaskan penyitaan dilakukan setelah mendapat laporan   warga sekitar terkait adanya aktifitas pengangkutan kayu dari dalam hutan lindung. Kepolisian   berkoordinasi dengan  TNKS   menindaklanjuti laporan tersebut dengan menyita kayu pada Senin (17/10).

"Pada saat ke lokasi bersama pihak TNKS, kita menemukan satu tumpukan kayu yang siap untuk diangkut. Dan diduga kayu-kayu ini berasal dari dalam kawasan TNKS. Namun kita tidak menemukan pemilik kayu sehingga kayu-kayu tersebut kita amankan di Mapolres Rejang Lebong," ungkapnya, Selasa (18/10).

Sebelumnya warga sekitar curiga dengan aktivitas di dekat kawasan hutan TNKS, tepatnya di jalan Tik Serdang Desa Bangun Jaya Kecamatan Bermani Ulu. Di tempat itu  sejumlah orang   membawa kayu yang telah dipotong dengan ukuran untuk bangunan.

"Kuat dugaan kayu tersebut berasal dari dalam kawasan TNKS, karena mustahil kayu jenis meranti dan semalow ini hasil kebun milik warga. Sedangkan lokasi tumpukan sangat dekat dengan kawasan hutan," jelasnya.

Saat ini kepolisiaan  akan memanggil sejumlah saksi-saksi di sekitar lokasi temuan termasuk kades setempat.



Editor: Rony Sitanggang
 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!