Warga Nunukan, Kalimantan Utara mengangkut LPG 14 Kilogram. (Foto: KBR/ Adhima)


KBR, Nunukan - Warga Nunukan, Kalimantan Utara mengeluhkan langkanya pasokan tabung LPG 14 kilogram sepanjang sebulan terakhir. Menurut salah satu penyalur LPG, Rahman, kondisi tersebut lantaran pemerintah Malaysia memperketat penyaluran sejumlah kebutuhan pokok, termasuk LPG ke wilayah-wilayah di perbatasan.

Akibatnya, warga di perbatasan Kabupaten Nunukan kesulitan memenuhi kebutuhan LPG. Kelangkaan inipun menyebabkan harga LPG 14 kg melambung hingga Rp300 ribu pertabung di tingkat pengecer. Padahal, kata Rahman, harga normal hanya berkisar Rp220 ribu.

"Kami jual Rp250 ribu harga agen, kalau lari ke pengecer lagi itu mencapai 300-lah. Karena kelangkaan barang memang susah pasokan dari sana. Kami biasa stok 150 sekarang datang cuma 20-an atau 30-an, jadi tidak mencukupi untuk masyarakat," ujar Rahman di Nunukan, Sabtu (22/10/2016).

Dia pun menambahkan, warga di wilayah perbatasan lebih memilih menggunakan LPG dari Malysia ketimbang dari negeri sendiri. Alasannya selain karena kualitas LPG Malaysia lebih baik, pasokan dari negeri jiran itu juga jarang mengalami kelangkaan.

Baca juga:

Selain LPG, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas lain dari Malaysia seperti beras, minyak goreng, tepung dan beberapa jenis sayuran.

Pemenuhan kebutuhan di Kabupaten Nunukan masih sangat bergantung dengan Malaysia. Mengingat jarak tempuh kedua wilayah itu lebih dekat saat menjangkau Malaysia ketimbang Indonesia. Ditambah, masih minimnya kapal barang yang berlayar di pelabuhan Kabupaten Nunukan.




Editor: Nurika Manan

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!