Harga LPG di Nunukan Melambung hingga Rp300 Ribu

Warga Nunukan, Kalimantan Utara mengeluhkan langkanya pasokan tabung LPG 14 kilogram sepanjang sebulan terakhir.

Sabtu, 22 Okt 2016 14:38 WIB

Warga Nunukan, Kalimantan Utara mengangkut LPG 14 Kilogram. (Foto: KBR/ Adhima)


KBR, Nunukan - Warga Nunukan, Kalimantan Utara mengeluhkan langkanya pasokan tabung LPG 14 kilogram sepanjang sebulan terakhir. Menurut salah satu penyalur LPG, Rahman, kondisi tersebut lantaran pemerintah Malaysia memperketat penyaluran sejumlah kebutuhan pokok, termasuk LPG ke wilayah-wilayah di perbatasan.

Akibatnya, warga di perbatasan Kabupaten Nunukan kesulitan memenuhi kebutuhan LPG. Kelangkaan inipun menyebabkan harga LPG 14 kg melambung hingga Rp300 ribu pertabung di tingkat pengecer. Padahal, kata Rahman, harga normal hanya berkisar Rp220 ribu.

"Kami jual Rp250 ribu harga agen, kalau lari ke pengecer lagi itu mencapai 300-lah. Karena kelangkaan barang memang susah pasokan dari sana. Kami biasa stok 150 sekarang datang cuma 20-an atau 30-an, jadi tidak mencukupi untuk masyarakat," ujar Rahman di Nunukan, Sabtu (22/10/2016).

Dia pun menambahkan, warga di wilayah perbatasan lebih memilih menggunakan LPG dari Malysia ketimbang dari negeri sendiri. Alasannya selain karena kualitas LPG Malaysia lebih baik, pasokan dari negeri jiran itu juga jarang mengalami kelangkaan.

Baca juga:

Selain LPG, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas lain dari Malaysia seperti beras, minyak goreng, tepung dan beberapa jenis sayuran.

Pemenuhan kebutuhan di Kabupaten Nunukan masih sangat bergantung dengan Malaysia. Mengingat jarak tempuh kedua wilayah itu lebih dekat saat menjangkau Malaysia ketimbang Indonesia. Ditambah, masih minimnya kapal barang yang berlayar di pelabuhan Kabupaten Nunukan.




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Kepala KSP Moeldoko Tepis Anggapan Miring

  • Izin Impor Beras Dialihkan, PT PPI Tak Keberatan
  • BNPB Siapkan Anggaran Rp 166 Miliar untuk Perbaiki Rumah Korban Banjir Bima
  • PS TNI Gagal Menang Melawan 10 Pemain Persebaya

Memberdayakan masyarakat bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya seperti apa yang dilakukan anak-anak muda asal Yogyakarta ini melalu platform digital yang mereka namai IWAK.