Fasum Tak Ramah, Anak Penyandang Disabilitas di Bondowoso Kritik Bupati

“Misalnya trotoar, harusnya lebih ramah pada kami kaum difabel. Fasilitas umum di sini belum ada yang begitu,”

Kamis, 27 Okt 2016 22:10 WIB

Salah seorang anak penyandang disabilitas yang hadir dalam Temu Forum Anak Bondowoso bersama Bupati di Pendapa Kabupaten, Kamis (27/10/2016). (KBR/Friska Kalia)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Bondowoso– Bupati Bondowoso, Amin Said Husni, mendapat kritikan dari anak–anak penyandang disabilitas. Salah satunya adalah Muhammad Ikrom,  Siswa kelas III Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB ).

Penyandang Tuna Netra ini merasa tatanan kota Bondowoso belum ramah pada penyandang difabel seperti dirinya.

“Saya mau pemerintah lebih perhatian terhadap kaum difabel. Selama ini perhatian terhadap kaum difabel dirasa sangat kurang. Jauh dari kata perhatian,” kata Muhammad Ikrom saat ditemui KBR dalam acara Temu Forum Anak Bondowoso bersama Bupati di Pendapa Bondowoso, Kamis (27/10/2016).

Hal serupa disampaikan Ahmad Bahrudin yang juga penyandang tuna netra. Menurut Udin, selama ini keberadaan kaum difabel di Bondowoso sama sekali belum mendapat perhatian pemerintah. Contoh paling sederhana adalah tak adanya fasilitas umum yang menunjang untuk kaum difabel.

“Misalnya trotoar, harusnya lebih ramah pada kami kaum difabel. Fasilitas umum di sini belum ada yang begitu,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Bondowoso, Amin Said Husni tak mengelak. Amin mengakui bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan oleh Pemkab utamanya dalam memenuhi hak penyandang difabel.

Amin menyatakan akan berupaya agar perencanaan pembangunan fasilitas publik yang lebih ramah untuk masyarakat yang berkebutuhan khusus bisa segera dimasukkan dalam ploting anggaran sehingga bisa direalisasikan tahun depan.

“Ya memang masih banyak PR dan saya jujur mengakui bahwa masih banyak yang harus dipenuhi Pemerintah dalam rangka mewujudkan kabupaten ramah anak. Termasuk untuk para penyandang disabilitas. Kami akan upayakan bisa direalisasikan dalam perencanaan berikutnya,” pungkas Amin.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Ini Hasil Rapat Bamus DPR soal Perppu Ormas

  • Tim Arkeolog Sumba Berupaya Cetak Kerangka Situs 2800 Tahun
  • LN: Amerika Terapkan Sanksi Baru bagi Pendukung Korea Utara
  • OR: Di Tengah Ketakpastian Draxler Didekati Sejumlah Klub

Indonesia baru merayakan dirgahayu yang ke-72. Ada banyak harapan membuncah untuk generasi penerus yang bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.