Ilustrasi. Foto: situs BPS



KBR, Balikpapan– Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sejak tahun 2014 hingga September 2016, Kota Balikpapan selalu mengalami inflasi. Dalam catatan BPS, angka inflasi kota Balikpapan paling tinggi dibanding daerah lain di Kalimantan.

Kepala BPS Kota Balikpapan Nur Wahid mengungkapkan, pemicu inflasi di Kota Balikpapan akibat 99 persen kebutuhan didatangkan dari luar daerah.

“Rata-rata kebutuhan didatangkan dari Pulau Jawa, Sulawesi ternasuk daerah lain di Indonesia. Berbeda daerah lain di Kalimantan yang merupakan penghasil,” jelas Nur Wahid, Selasa (4/10/2016).

Kata Nur Wahid, kondisi itu menyebabkan harga di Kota Balikpapan yang kerap melonjak tiba-tiba.

“Ada tiga Kota di Kalimantan mengalami inflasi, enam kota mengalami deflasi. Jadi Kota Balikpapan paling tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Kalau secara andil kalau bicara kelompok yang terbesar  pengaruhi inflasi, bahan makanan.

Dia menambahkan, beberapa kelompok yang kerap memicu terjadinya tingginya inflasi Kota Balikpapan antara lain, bahan makanan termasuk sembako, transportasi dan kesehatan.

September 2016 lalu, Kota Balikpapan angka inflasi di Kalimantan mencapai 0,21 persen.

Merespon tingginya biaya hidup di Kota Balikpapan,  Pemerintah Kota Balikpapan menggagas Program Segitiga Emas Mabalu yakni kerjasama tiga daerah diantaran Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Kalimantan Timur.

Wakil Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, Program Segitiga Emas Mabalu itu diperkirakan akan mampu menekan harga khususnya material bangunan maupun sembako hingga 30 persen. Karena memang selama ini 99 persen di datangkan dari luar.

“Kerjasama itu diharapkan bisa memangkas biaya angkut transportasi yang menyebabkan tingginya harga dan memicuinflasi. Kami sebut Mabalu yaitu Mamuju, Balikpapan dan Palu artinya tiga segitiga emas yang begitu besar potensinya,” kata Rahmad Mas’ud, Kamis (01/09)

Selain itu,  Pemerintah Kota Balikpapan juga klni mengaktifkan kembali Pelabuhan Somber sebagai Pelabuhan Bongkar Muat. Langkah itu juga sebagai salah satu cara untuk menekan harga. Karena proses bongkar muat yang lama di pelabuhan membuat harga melonjak.

Editor: Malika

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!