Cegah Pungli, Pemkab Banyuwangi Pasang Ratusan Kamera Pemantau

"Kemarin saya tegur ada desa CCTV-nya mati alasannya disambar petir. Ini sebenarnya yang pungli ini di layanan-layanan harian, contoh KTP, begitu juga ngurus surat nikah dan lain-lain."

Senin, 17 Okt 2016 13:04 WIB

Ilustrasi: Perekaman KTP elektronik (Foto: Antara)


KBR, Banyuwangi- Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, memasang ratusan kamera pemantau untuk mengawasi pelayanan publik di daerahnya. Di antaranya pelayanan e-KTP yang dinilai rawan terjadinya  praktek pungutan liar.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan,   memasang kamera pemantau  di 24 kantor kecamatan dan  189 Desa di Banyuwangi. Kata dia, dengan CCTV itu pelayanan terhadap masyarakat mulai dari desa hingga kecamatan terus terpantau.

Menurut Anas,  selama ini pelayanan publik yang rawan terjadi  pungutan liar adalah pelayanan e-KTP,  akte kelahiran dan pelayanan kartu keluarga. Sehingga harus ada pengawasan yang ketat.


“Kita perbanyak CCTV di seluruh kecamatan dan desa. Jadi kayak kemarin saya tegur ada desa CCTV-nya mati alasannya disambar petir. Ini sebenarnya yang pungli ini di layanan-layanan harian, contoh KTP, begitu juga ngurus surat nikah dan lain-lain. Nanti kita bikin ini kan pelayanan online di komplain masyarakat ini  nomernya tidak terealisasi,” kata Abdullah Azwar Anas, Senin (17/10).

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas meminta, masyarakat melapor kepada Pemerintah Banyuwangi, jika menemukan oknum yang menerapkan pungutan liar (pungli) dalam proses perekaman kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP).

Anas menekankan, masyarakat hanya perlu membawa kartu keluarga ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) terdekat, untuk kemudian mendapatkan pelayanan perekaman E-KTP dari petugas. Anas menegaskan   pembuatan KTP elektronik, kartu keluarga, dan akte kelahiran tidak dipungut biaya atau gratis.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Jokowi Minta Perbankan Beri Kredit UMKM

  • PT Angkasa Pura I Buka Peluang Musyawarah Terkait Konflik NYIA
  • Turki Ancam Serang Milisi Kurdi
  • PBB: Tiga Tahun Terakhir Terpanas Dalam Sejarah

Memberdayakan masyarakat bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya seperti apa yang dilakukan anak-anak muda asal Yogyakarta ini melalu platform digital yang mereka namai IWAK.