Ilustrasi.



KBR,Banyuwangi - Pemerintah Banyuwangi, Jawa Timur meminta seluruh pondok pesantren di kabupaten itu untuk membangun rumah singgah atau pondokan khusus rehabilitasi bagi pecandu narkoba.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, peringatan Hari Santri Nasional 22 Oktober ini harus menjadi momentum mengoptimalkan peran dunia pesantren. Termasuk meningkatkan kepekaan para santri terhadap masalah sosial di lingkungan masyarakat.

Untuk itu, dia meminta para kyai agar mengirimkan satu hingga tujuh pengasuh pondok pesantren untuk mengikuti pelatihan rehabilitasi narkoba. Pemkab akan mendatangkan pelatih untuk memberikan pendidikan mengenai upaya ‎rehabilitasi pecandu narkoba.

"Mari para santri kita waspada para pengasuh pesantren sudah saatnya kita melawan narkoba. Dari hasil  yang tertangkap pengedar narkoba kemarin, para pmngedar narkoba bukan hanya saja mengincar sekolah akan tetapi juga mengincar pondok pesantren," kata Abdullah Azwar Anas dalam peringatan Hari Santri Nasional di Banyuwangi, Sabtu (22/10/2016).

Dia pun mengatakan, narkoba saat ini mengincar seluruh lini. Termasuk di antaranya penghuni pondok pesantren. Itu sebab, sudah saatnya pengelola pesantren melakukan tes urine bagi para santrinya dan menyiapkan rumah singga rehabilitasi pecandu narkoba.

"Saya mempunyai daftar pondok- pondok pesantren yang menjadi tujuan pengendaran narkoba. Pengasuh pondok pesantren sudah menyampaikan betul bahwa narkoba mulai mengincar santri-santri," ungkapnya.

Baca juga:

Bahkan kata dia, Pemkab akan mendirikan rumah singgah rehabilitasi narkoba yang nantinya juga bisa menjadi tempat rehabilitasi ‎santri yang terjangkit narkoba. Melalui pendekatan dan metode pendidikan pesantren, anak-anak yang terjangkit narkoba diyakini akan bisa pulih.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menambahkan, pondok yang menjadi tempat pemulihan itu akan mulai aktif tahun depan. Untuk itu, dia meminta agar pondok pesantren turut terlibat dalam pondok mini tersebut.

Di Banyuwangi terdapat 289 pondok pesantren, dengan total santri sekitar 25.000 orang.

Ketua Rabhitah Maahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren Banyuwangi) ‎Ahmad Munib Syafaat menyatakan, tugas santri tidak hanya belajar namun juga harus peka terhadap lingkungan sekitarnya. ‎Dia pun mengakui bahwa kini narkoba telah masuk ke lingkungan pesantren. Sebab kata dia, beberapa wali santri sempat mengeluhkan pergaulan santri di luar pondok.





Editor: Nurika Manan

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!