Banyuwangi-Bali Kerjasama Kembangkan Pariwisata

Salah satu perbaikan koneksi yaitu transportasi laut.

Selasa, 18 Okt 2016 21:38 WIB

Pariwisata: agenda Etno Carnival di Banyuwangi (Foto: Hermawan)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Banyuwangi- Pengembangan pariwisata di Banyuwangi Jawa Timur, terus ditingkatkan. Destinasi wisata ke Banyuwangi akan disinergikan dengan berbagai wisata di daerah tetangga, seperti Taman Nasional (TN) Bali Barat.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, dengan promosi dan pengembangan pariwisata dalam satu klaster tersebut, diharapkan ada peningkatan arus wisatawan antara Banyuwangi dan Bali. Untuk menyiapkan berbagai hal yang akan menunjang program tersebut,  kata Anas, pihaknya mencoba transportasi kapal laut yang menghubungkan Banyuwangi–Bali.

"Kita mersepon dengan keputusan  dengan Kementerian Pariwisata yang baru yang akan membuat sinergi pemasaran antara Ijen, Banyuwangi dengan Bali Barat menjadi satu klaster. Hari ini kita bergabung dengan teman-teman sekaligus ingin merasakan rute ini (Selat Bali) ternyata nyaman. Yang terakhir kita ingin membangun sinergi antara Banyuwangi, Bali Barat khususnya Buleleng dan Jembrana. Sehingga dengan sinergi ini kedepan pemasaran pariwisatanya jauh lebih kuat," ujar Abdullah Azwar Anas, Selasa (18/10/2016).

Dengan cara klaster tersebut Anas mengharapkan, bisa menjadi momentum sinergitas dengan berbagai daerah tetangga untuk meningkatkan sektor pariwisata. Anas pun akan menggagas membuat atraksi budaya bersama Pemkab Buleleng Bali.

Menurut Anas, tidak ada persaingan dalam promosi  pariwisata ini, melainkan ingin bersinergi untuk berkembang bersama. Anas mengharapkan, ada sebuah festival budaya yang digelar bareng dengan memanfaatkan Selat Bali.

Editor: Dimas Rizky 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Permintaan PAN Mundur Dari Kabinet Bisa Jadi Masukan Presiden

  • Dua Eksekutor Penembak Gajah di Aceh Tengah Ditangkap
  • Diduga terkait Terorisme, Kuwait Usir Duta Besar Iran
  • Marcos Rojo Terancam Absen sampai 2018

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.