Anggota DPD asal Sulawesi Utara Benny Ramdani (tengah) saat diskusi bersama istri Munir, Suciwati, Jumat (28/10) (Foto: Zulkifli/KBR)


KBR, Manado- Anggota DPD asal Sulawesi Utara Benny Ramdani berjanji bakal berkonsolidasi dengan sesama anggota DPD lainnya untuk mendesak pengungkapan kasus pembunuhan aktivis HAM Munir ke pemerintah. Hal itu dia ungkapkan dalam diskusi bersama istri Munir, Suciwati, Jumat (28/10/2016).

Ujar Benny, dia akan membuat petisi untuk diserahkan ke pemerintah.

"Nanti manifesto politik akan kita tandatangani beberapa anggota DPD. Kita yakini bisa diatas setengah dari jumlah anggota DPD, dan kita akan serahkan resmi pada pemerintah. Dan kalau SBY hingga pada akhir Jokowi mengambil sikap untuk mengusut kematian Munir dan SBY masih tetap pada posisi mengatakan dokumen itu hilang dan tidak dipertanggungjawabka, maka SBY bisa dituduh ikut terlibat menghilangkan dokumen negara secara langsung," ujar anggota DPD RI Benny Ramdani dalam diskusi tersebut.

Sementara itu Suciwati tengah mengadakan roadshow ke sejumlah daerah untuk membantu mendesak pemerintah membuka dokumen Tim Pencari Fakta kasus Munir ke publik. Suciwati saat ini berada di Manado untuk mengadakan pertemuan dengan Masyarakat Sulut serta aktivis dan LSM serta AJI Manado.

Suciwati menyatakan telah menemukan dugaan kelalaian dan ketidakpatuhan hukum di bawah administrasi pemerintahan Jokowi. Pemerintah mengaku tidak memiliki dokumen tersebut meski bekas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah secara resmi menerima dokumen TPF Munir pada 24 Juni 2005.

Dia menyesalkan sikap pemerintah yang belum menuntaskan kasus pembunuhan suaminya.

Berbagai elemen masyarakat di Sulut memberikan dukungan terhadap Suciwati dan KontraS yaitu Presidium Dewan Adat, Yayasan Dian Rakyat Indonesia, Komunitas Budaya Tionghoa Sulut, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara, AJI Manado, LBH Manado, Walhi Sulut, Swara Parangpuan dari Yayasan Suara Nurani, serta anggota DPD asal Sulut Benny Ramdani.

Editor: Dimas Rizky 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!