Alasan Bupati Banyuwangi Siapkan Aturan Larangan Iklan Rokok

"Kita bikin Perbub larangan kawasan tertentu iklan rokok. Maka nanti di kawasan kota tidak ada lagi iklan–iklan rokok,”

Senin, 03 Okt 2016 14:31 WIB

Ilustrasi: Aksi antirokok. (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Banyuwangi- Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, akan menerapkan larangan pemasangan iklan rokok di baliho dan spanduk di sejumlah ruas jalan protokol. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, dalam waktu dekat  akan mengeluarkan peraturan Bupati (Perbub) tentang larangan pemasangan iklan rokok.

Kata Anas, larangan iklan rokok ini bertujuan  agar kawasan kota Banyuwangi tidak menjadi kawasan iklan rokok. Karena iklan rokok kata Anas, membawa dampak negatif bagi masyarakat.

“Mendorong agar kawasan ini tidak semua menjadi iklan rokok. Ini kan inovasi daerah rokok ini juga tidak menyehatkan menimbulkan dampak buruk. Sekarang saja orang merokok ada ruangannya  maka inovasi daerah kita bikin Perbub larangan kawasan tertentu iklan rokok. Maka nanti di kawasan kota tidak ada lagi iklan–iklan rokok,” kata Abdullah Azwar Anas, Senin (3/10/2016). 

Lanjut Azwar, "yang ke dua, di daerah ini banyak kita sering diadu domba oleh pengiklan ini. Ada ruang yang tidak boleh dibikin iklan tapi dibikin iklan yang di belakangnya iklan rokok."

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menambahkan, selain dampak yang buruk bagi Masyarakat, pendapatan asli daerah (PAD) Banyuwangi dari iklan rokok juga sangat minim. Sebab pemasangan iklan roko di Banyuwangi kebanyakan memanfaatkan iklan layanan masyarakat, sehingga luput dari  pajak daerah.

Anas mengatakan, setelah selesai penyusunanya dengan berpatokan peraturan bupati,  keberadaan iklan rokok yang sudah ada di wilayah Banyuwangi akan dibongkar. Sehingga ruang kota Banyuwangi lebih tertata dan bebas dari iklan rokok.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Menko Wiranto Bakal Tangkap Tentara OPM

  • Kapolri, Evakuasi Di Papua Ajang Bersih-Bersi Pendulang Liar
  • Nazaruddin Sebut Setnov Terima Duit e-KTP
  • Puluhan Calon PPS di Rembang Terindikasi Anggota Parpol