Pemulihan Pascagempa, Pemkot Mataram Berencana Bangun 500 Rumah Persinggahan

Rumah persinggahan tersebut berukuran 2,5x4 meter dengan bahan dasar terpal dengan rangka bambu. Biaya pembangunan rumah persinggahan sekitar Rp1,5 juta per unit.

Kamis, 13 Sep 2018 16:21 WIB

Pengungsi gempa di Lombok Utara. (Foto: Antara)

KBR, Mataram- Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) berencana membangun 500 unit rumah persinggahan untuk korban gempa yang rumahnya rusak berat. Rumah persinggahan itu akan dibangun serentak di atas lahan milik warga yang puing bangunannya sudah dibersihkan. 

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Mataram, M Kemal Islam mengatakan, rumah persinggahan menjadi solusi sementara sebelum pembangunan Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) bagi warga korban gempa dimulai. Rumah persinggahan tersebut berukuran 2,5x4 meter dengan bahan dasar terpal dengan rangka bambu. Biaya pembangunan rumah persinggahan sekitar Rp1,5 juta per unit. 

“Kita membersihkan lahan mereka, kita kembalikan ke lahan mereka dulu.  Nah sekarang kita akan bangunkan hunian persinggahan itu di atas tanah mereka dengan menggunakan dana pemerintah daerah. Kita menggunakan bahan terpal berkualitas dengan rangka bambu. Ini muat untuk 5-6 orang. Kita bangun di atas lantai rumah mereka yang roboh," kata M. Kemal Islam, Kamis (13/09/18).

Kemal mengatakan, pembangunan rumah persinggahan menggunakan dana siap pakai sebesar Rp1 miliar dari APBD Kota Mataram. Menurutnya, pembangunan rumah persinggahan dilakukan lantaran belum ada kepastian kapan RISHA untuk warga yang rumahnya rusak berat dimulai. Selain itu, dana bantuan perbaikan rumah dari Pemerintah Pusat pun belum dicairkan.

Meski terbuat dari terpal, Kemal meyakini rumah persinggahan lebih baik dibanding tenda pengungsian darurat. Ia mengatakan, jumlah warga yang berada di pengungsian hingga Agustus lalu sebanyak 18 ribu orang. Sementara jumlah rumah rusak di Kota Mataram tercatat sebanyak 4.446 unit.

Editor: Gilang Ramadhan 

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Saat ini ada banyak cara dan sarana untuk membantu orang lain. Lewat NusantaRun salah satunya.