Ratusan Kios Pasar Kebumen Terbakar, DPRD-Pemkab Setuju Bangun Pasar Darurat

"Kita sediakan sampai Rp3 miliar untuk pembangunan pasar darurat. Pasarnya sederhana, dari kayu atau bambu dengan atap asbes," kata Juru bicara Sekda Kebumen, Sukamto.

Jumat, 08 Sep 2017 18:30 WIB

Tim Identifikasi Sidik Jari (Inafis) Polres Kebumen menggelar olah tempat kejadian kebakaran pasar Wonokriyo, Gombong, Kebumen, Kamis (7/9/2017). (Foto: KBR/Polres Kebumen)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Kebumen – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen, Jawa Tengah bakal segera membangun pasar darurat untuk ratusan pedagang yang terdampak kebakaran Pasar Wonokriyo, Gombong.

Kebakaran yang terjadi Kamis (7/9/2017) dinihari melalap 672 petak kios serta 88 kios di pasar tradisional itu.

Juru bicara Sekretariat Daerah Kebumen, Sukamto mengatakan Pemkab dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kebumen sepakat menganggarkan dana untuk pembangunan pasar darurat sebesar Rp3 miliar.

Kesepakatan itu dicapai dalam rapat penanganan musibah kebakaran antara Pemkab dan DPRD pada Kamis siang.

Dalam rapat itu, Pemkab dan DPRD sepakat untuk memasukkan alokasi pembangunan pasar darurat melalui dana darurat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2017.

Saat ini, berkas APBD-P 2017 itu telah dikirimkan ke Gubernur Jawa Tengah untuk mendapat persetujuan.

Sukamto menjelaskan, insiden kebakaran Pasar Wonokriyo terjadi pada Kamis dinihari, persis sebelum rapat paripurna APBD-P 2017 disepekati. Itu sebabnya, pengambilan keputusan bisa dilakukan secara cepat.

Pembangunan pasar darurat, kata Sukamto, perlu segera dilakukan agar perekonomian warga sekitar pasar Wonokriyo tak terganggu terlalu lama akibat berhentinya kegiatan pasar.

"Anggaran sudah masuk dan disetujui DPRD. Hanya butuh pengesahan. Kemarin baru perubahan anggaran 2017. Terus sedang dirapikan, kemudian dikirim ke Gubernur Jawa Tengah, untuk mendapat pengesahan. Kita sediakan sampai Rp3 miliar untuk pembangunan pasar darurat. Pasarnya sederhana, dari kayu atau bambu dengan atap asbes," kata Sukamto, Jumat (8/9/2017).

Pasar darurat

Rencananya pembangunan pasar darurat akan berlokasi di dua lahan terpisah tak jauh dari pasar. Satu di antaranya merupakan lahan pangkalan mobil angkutan dekat pasar Gombong. Pasar sementara itu akan menampung kurang lebih 700 pedagang yang terimbas dalam kebakaran hebat tersebut.

Pasar Wonokriyo Gombong terbakar pada Kamis (7/9/2017) sekitar pukul 03.00 WIB. Api baru bisa dipadamkan pada pukul 07.00, setelah datang bantuan pemadam kebakaran dari Kabupaten Banyumas, Cilacap dan Purworejo.

Kapolres Kebumen, Titi Hastusi menyebut yang terbakar adalah Los J 210 petak, Los K 252 petak dan Los L 210 petak, dengan jumlah total 672 petak.

Sedangkan, kios yang ikut jadi amukan api meliputi B sebanyak 32 petak, Kios I sebanyak 11 petak, Kios C1 sebanyak 22 petak, kios C2 sebanyak 46 petak, dengan jumlah total 111 kios.

Polisi menyebut sumber kebakaran berasal dari sebelah utara pasar komplek kios sepatu. Diduga, kebakaran itu dipicu korsleting listrik.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

Bamus Tunda Penggantian Setnov

  • Hoaks 8 Penyakit Tak Ditanggung BPJS Resahkan Warga Bengkulu
  • Salah Sasaran, Puluhan Ribu Penerima PKH Dihapus
  • Koresponden Asia Calling di Pakistan Terima AGAHI Award

PLN menggenjot pemerataan pasokan listrik dari Indonesia bagian barat hingga Indonesia bagian timur