Presiden: Jangan Sampai Aset Kuno Keraton Nusantara Dimiliki Negara Lain

"Jangan sampai kita harus datang ke luar negeri untuk mengapresiasi karya-karya adiluhung tersebut. Ini aset budaya yang harus kita lindungi, jaga, rawat, dan kita kembangkan lagi," kata Jokowi.

Selasa, 19 Sep 2017 13:28 WIB

Salinan naskah karya sastra Jawa Kuno Negarakertagama yang sempat disimpan di Belanda, sebelum kemudian diserahkan ke Indonesia dan disimpan di Perpustakaan Nasional RI. (Foto: cagarbudaya.kemdikbud.go.id/Publik Domain)

KBR, Cirebon - Presiden Joko Widodo berpesan kepada raja-raja Nusantara untuk melindungi dan merawat aset-aset budaya peninggalan masa lalu. 

Presiden berharap aset-aset budaya keraton, mulai dari naskah kuno, benda pusaka, karya arsitektur hingga karya seni dirawat dan dijaga dengan baik jangan sampai dimiliki negara lain.

"Jangan sampai kita justru harus datang ke luar negeri untuk mengapresiasi karya-karya adiluhung tersebut. Ini aset budaya yang harus kita lindungi, jaga, rawat, dan kita kembangkan lagi," kata Presiden Joko Widodo dalam lawatannya menghadiri penutupan acara Festival Keraton Nusantara XI di Cirebon, Jawa Barat, Senin (18/9/2017) malam.

Foto: Presiden Joko Widodo berjabat tangan dengan para penari di acara penutupan Festival Keraton Nusantara 2017 di Cirebon, Jawa Barat, Senin (18/9/2017). (Foto: ANTARA/Dedhez Anggara)

Dalam pertemuannya dengan raja-raja Nusantara, Presiden Jokowi mengatakan aset-aset budaya keraton merupakan identitas Indonesia yang tidak dimiliki negara lain. Ia mengingatkan supaya Indonesia yang kaya dengan warisan budaya justru menjadi lupa dengan kekayaan budaya sendiri, bahkan tidak mengenali, apalagi memberi dampak positif bagi warganya.

"Peninggalan kita jauh lebih bagus. Tapi kita kurang perhatian. Antara keraton dan pemerintah harus ada sinergi yang baik, sehingga aset-aset keraton nusantara bisa memberikan kesejahteraan. Bukan hanya bagi para sultan tetapi juga bagi masyarakat di sekitar keraton, dari Sabang sampai Merauke," kata Presiden.

Ia juga berharap keraton di Nusantara turut aktif membangun karakter bangsa melalui warisan nilai dari leluhur.

"Sehingga kita memiliki manusia-manusia yang berbudi luhur, dan tangguh serta inovatif dan kreatif," kata Presiden Jokowi. 

Presiden Joko Widodo juga meminta agar Festival Keraton Nusantara tidak hanya diadakan sekadar menjadi ajang upacara atau seremonial saja. 

"Festival Keraton Nusantara juga bisa digunakan untuk mengukuhkan kontribusi keraton-keraton Nusantara bagi kemajuan bangsa dan negara," ujarnya. 

Dalam pesannya, Presiden Jokowi juga meinta para sultan, raja, pangeran, permaisuri, serta pemangku adat keraton untuk menggalang persatuan, menjaga kerukunan, menjadi perekat kebhinnekaan serta memperkokoh NKRI.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.