Polisi Tangkap Pelaku Teror Kepala Babi di Medan

Pelaku teror kepala babi disebabkan urusan utang.

Jumat, 22 Sep 2017 19:29 WIB

Teror kepala babi di Gedung Dakwah Balairong Ikatan Keluarga Bayur (IKB). (Foto: KBR/Anugrah A.)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Medan- Kepolisian Sumatera Utara menangkap tersangka pelaku teror kepala babi  di Gedung Dakwah Balairong Ikatan Keluarga Bayur (IKB), Jalan Utama, Kota Medan. Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw  mengatakan motif teror itu dilatarbelakangi masalah utang.

"Kita ungkap dalam waktu sekitar 3 jam. Pelakunya satu orang sudah kita amankan," kata Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw di Medan, Jumat (22/9).

Polisi menangkap Malvin Tarigan  warga Jalan Marakas Titi Rantai  beberapa jam setelah ditemukan potongan kepala babi di Gedung Dakwah Balairong IKB Kota Medan.  Pelaku mengaku kepala dikirimkan karena ingin menagih utang.

Paulus menjelaskan, beberapa tahun lalu dia  terlibat bisnis dengan seseorang menggunakan uang pelaku. Namun, bisnis itu tidak berjalan.

"Jadi motifnya utang-piutang. Pelaku ingin menagih piutangnya yang mencapai Rp 1,5 miliar," jelas Paulus.

Dalam kasus ini, Malvin dijerat dengan Pasal 156a subs Pasal 156 jo Pasal 335 (1) jo Pasal 311 KUHPidana. Dia disangka telah melakukan perbuatan di muka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia.

"Ancamannya 4 sampai 5 tahun penjara," tandas Paulus.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi
  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial

Divonis 15 Tahun Penjara, Setnov: Saya Shock Sekali

  • Status Setya Novanto di DPR akan Dibahas setelah Masa Reses
  • Namanya Masih Disebut di Survei Cawapres, JK: Saya Ingin Istirahat
  • Puluhan Warga Lhokseumawe Terjaring Razia Busana

Setiap individu itu unik, mereka memiliki kesukaan masing-masing, termasuk dalam bekerja. Kebanyakan orang ingin bekerja di bidang yang sesuai dengan passion dan motivasi mereka masing-masing.