Pasien Cuci Darah Tinggi, Stok Darah di Aceh Utara Menipis

"Darah disini sebenarnya bukannya nggak cukup, sebenarnya cukup dan melebihi. Namun berhubung ada saudara kita yang cuci darah dalam tiga kali sehari harus mempunyai enam kantong per orang."

Senin, 18 Sep 2017 14:57 WIB

Warga melakukan donor darah secara massal di Lapangan Hiraq Kota Lhokseumawe, Aceh. (Foto: KBR/Erwin Jalaluddin)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Lhokseumawe – Stok darah di Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD-PMI) Aceh Utara, dinyatakan mengalami kekosongan. Tingginya penderita hemodialisa atau pasien cuci darah menjadi penyebab utama menipisnya stok darah di wilayah itu.

Ketua PMI Cabang Aceh Utara, Muhammad Thaib mengatakan kebutuhan darah bagi masyarakat terus membengkak rata-rata mencapai 60 kantong per hari. 

Thaib yang juga merupakan Bupati Aceh Utara itu mengatakan hampir sebagian besar stok darah diperuntukkan bagi pasien cuci darah. Sedangkan, sisanya hanya dicadangkan bagi pasien yang mengalami pendarahan seperti karena melahirkan atau kecelakaan.

"Itu sudah menjadi persoalan. Bayangkan seorang cuci ginjal itu dalam sehari bisa mencapai puluhan kantong. Jadi, darah disini sebenarnya bukannya nggak cukup, sebenarnya cukup dan melebihi. Namun berhubung ada saudara kita yang cuci darah dalam tiga kali sehari harus mempunyai enam kantong per orang tentu beginilah jadinya, stok kosong," kata Thaib kepada KBR, Senin (18/9/2017).

Ia mengimbau masyarakat senantiasa berpartisipasi melakukan kegiatan donor darah untuk mengatasi bertambahnya permintaan akan kebutuhan darah. Thaib mengatakan saat ini dibutuhkan peran serta dari aparat desa dan kecamatan dalam menjamin ketersedian darah tersebut.

"Paling banyak sekali darah disedot oleh pasien hemodialisa. Karena memang penyakit yang bermasalah dengan organ tubuh berupa ginjal ini membutuhkan cuci darah sebanyak tiga hari sekali per pasien," kata Bupati Aceh Utara itu.

Muhammad Thaib menambahkan, PMI Aceh Utara juga memasok kebutuhan darah untuk Kota Lhokseumawe, dengan rata-rata mencapai 1.4000 kantong darah per bulan. 

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi
  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP

Kemenkes Dorong Pekerja Perempuan Berani Ambil Cuti Haid dan Melahirkan

  • Sidang Aman Abdurrahman, Jaksa Cecar Pelaku Penembakan Polisi
  • Tak Ada Fasilitas, Ribuan Pelajar SMP Terpaksa UN Manual
  • Tiongkok Akui Keluarkan Informasi Gempa Besar Fiktif

Diabetes kerap menjadi masalah yang mengkhawatirkan di Indonesia. Penyakit yang satu ini berkaitan erat dengan pola gaya hidup sehat, mulai dari makanan hingga aktivitas fisik.