Mahasiswa Medan Demo Minta Jokowi Kirim Pasukan ke Myanmar

"Meminta pemerintah segera mengirim misi penyelamatan pada muslim Rohingya"

Rabu, 06 Sep 2017 12:15 WIB

Aksi AMMBU menuntut pemerintah bantu Rohingnya, Rabu (06/09). (Foto: KBR/Anugerah A.)

KBR, Medan- Ratusan orang dari Aliansi Mahasiswa Muslim Bersama Ummat (AMMBU) melakukan orasi di Bundaran SIB, Jalan Gatot Subroto, Kota Medan, Rabu (6/9). Ratusan mahasiswa itu meminta pemerintah Indonesia untuk menyelamatkan etnis Rohingya dari kekejaman rezim Myanmar.

"Meminta pemerintah segera mengirim misi penyelamatan pada muslim Rohingya yang masih terkatung-katung di laut," kata Koordinator AMMBU, Andika Mirza di Medan.

Dia menuding rezim Myanmar telah mengusir setengah juta umat muslim ke luar negara tersebut. 

"Operasi penghapusan etnis muslim Rohingya masih berlangsung hingga saat ini. Kaum muslim seolah menjadi santapan para penjajah, baik dari barat maupun timur," tutur Andika.  



Massa yang terdiri dari wanita dan pria ini juga mengutuk keras tindakan brutal rezim Myanmar terhadap muslim Rohingya.

"Kondisi yang menimpa umat muslim di seluruh dunia khususnya Rohingya. Menunjukan kepada kita akan pentingnya  imam  di tengah-tengah kita," ujar salah seorang pengunjuk rasa.

Dalam aksi tersebut, pemerintah diminta untuk melakukan perlawanan dan memerangi pelaku penyerangan terhadap muslim Rohingnya, agar rezim Myanmar segera mengakhiri kebiadabannya, dan tidak berani berulah kembali.

"Mereka (muslim Rohingya) sendiri terusir dari negeri mereka. Sungguh realita yang memilukan," pungkas Andika. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.