Kontroversi Pemilik Situs Nikah Siri Terlihat Sejak Kampanye Pilkada Banyumas 2008

Unggul mengatakan gaya kampanye Aris saat itu cukup mengundang sensasi dan kontroversial. Dia mencontohkan, saat itu Aris berkampanye menggunakan helikopter berkeliling Banyumas.

Selasa, 26 Sep 2017 12:35 WIB

Polisi dan KPAI menunjukkan barang bukti saat merilis kasus perdagangan orang melalui layanan nikah siri online di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (24/9/2017). (Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan)

KBR, Banyumas – Aris Wahyudi, sosok kontroversial pemilik situs nikahsirri.com sekaligus pendiri Partai Ponsel, ternyata pernah mencalonkan diri menjadi Bupati Banyumas. 

Pria kelahiran tahun 1968 itu pernah menjajal peruntungan sebagai calon bupati pada Pilkada Banyumas 2008. Tetapi, dalam Pilkada tersebut, Aris kalah telak.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Banyumas, Unggul Wasriadi mengatakan, dalam Pilkada langsung yang baru dihelat pertama kalinya di Banyumas itu, Aris Wahyudi diusung PDI Perjuangan. PDI Perjuangan merupakan partai pemilik kursi terbanyak di DPRD Banyumas---16 kursi dengan 311 ribu suara. 

Namun, meski diusung partai pemenang pemilu di Banyumas, perolehan suara untuk Aris justru paling jeblok.

Berdasar data di KPU Banyumas, Aris memperoleh suara paling buncit dibanding calon lainnya. Untuk sekelas calon yang diusung partai sebesar PDIP perolehan suaranya amat kecil. Aris dan pasangannya, Asroru Maula hanya mendapat suara 96.493 suara atau 10,92 persen. Ia kalah kalah jauh dari Pemenang Pilkada, Paslon Mardjoko-Achmad Husein---diusung PKB---yang memperoleh suara 321.106 suara atau 36,34 persen.

Pada Pilkada saat itu, Unggul Wasriadi masih bertugas sebagai petugas PPK di Kecamatan Purwokerto Utara. Unggul mengatakan gaya kampanye Aris saat itu cukup mengundang sensasi dan kontroversial. Dia mencontohkan, saat itu Aris berkampanye menggunakan helikopter berkeliling Banyumas. Di bagian ekor helikopter terpasang spanduk panjang atau banner berukuran besar. 

"Kalau saya sebagai warga saat itu, melihat cara kampanyenya itu lumayan eksklusif, katakan lah demikian. Pakai mobil bak terbuka, dia duduk di belakang, keliling desa. Dia juga naik helikopter, bawa spanduk besar, bertuliskan Aris Wahyudi. Itu menjelang hari pemungutan suara. Saya memperhatikan metode kampanyenya, karena saya juga menjadi penyelenggara pemilihan," kata Unggul Wasriadi, Senin malam (25/9/2017).

LUnggul menambahkan sosok Aris yang kontroversial juga terlihat dari upayanya mendongrak popularitas. Diantaranya dengan menggelar ajang pencarian bakat di televisi lokal Banyumas, bertajuk Akademi Banyumas Idola (ABI) atau lebih populer disebut Banyumas Idol. 

Unggul menambahkan, dari data KPU Banyumas, Aris beralamat kantor dan rumah di Jalan Suwatio Nomor 8 Kelurahan Teluk Kecamatan Purwokerto Selatan. Tetapi, informasinya Aris hanya tinggal di rumah itu hanya untuk keperluan Pilkada Banyumas.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi
  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial

Divonis 15 Tahun Penjara, Setnov: Saya Shock Sekali

  • Status Setya Novanto di DPR akan Dibahas setelah Masa Reses
  • Namanya Masih Disebut di Survei Cawapres, JK: Saya Ingin Istirahat
  • Puluhan Warga Lhokseumawe Terjaring Razia Busana

Setiap individu itu unik, mereka memiliki kesukaan masing-masing, termasuk dalam bekerja. Kebanyakan orang ingin bekerja di bidang yang sesuai dengan passion dan motivasi mereka masing-masing.