Kekeringan, Petani Cabai di Banyuwangi Gagal Panen

"Kalau hujannya tidak ada secara otomatis tidak bisa hidup karena tidak ada yang mengairi."

Jumat, 08 Sep 2017 13:39 WIB

Akibat kekeringan tanaman cabai milik warga dusun karangrejo Utara Desa Wongsorejo Banyuwangi Jawa Timur dibiarkan mengering. (Foto: KBR/Hermawan A.)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Banyuwangi- Petani cabai di Desa Wongsorejo  Banyuwangi Jawa Timur, gagal panen akibat kekeringan. Salah satu petani cabai di Dusun Kalirejo Utara Desa Wongsorejo Samid  mengatakan,  7 hektare tanaman cabai miliknya saat ini mulai mengering  dan meranggas. Meskipun masih menghasilkan buah cabai, namun kata dia, cabai yang dihasilkan  sedikit. Bahkan cabainya juga banyak yang mengering.

Kata Samid, kekeringan mulai melanda daerahnya sejak awal Agustus lalu. akibatnya hasil panen yang diperoleh sangat sedikit. Menurut dia, yang biasanya tanaman cabai  bisa dipanen 10 kali, kini hanya bisa dipanen 3 kali saja . hasilnya yang bisa mencapai dua kwintal  per hektarnya, saat ini hanya  sekitar 10 hingga 30 kilogram sekali panen.

“Dikatakan gagal panen juga bisa, kalau hujannya tidak ada secara otomatis tidak bisa hidup karena tidak ada yang mengairi. (Kalau kerugianya sampai berapa?) Kerugiannya  kalau gagal  panen itu kurang lebih Rp. 500.000  modalnya itu per hektare. Ya kayak gitu dibiarkan sudah tidak berbuah, apalagi harganya kayak sekarang murah. (Berapa?) Sekarang Rp. 5000,” kata Satrani, Jumat (8/9/2017).

Salah satu petani cabagi di Dusun Kalirejo Utara Desa Wongsorejo Samid  menambahkan, dengan harga cabai anjlok  yaitu Rp. 5000 perkilogramnya  petani cabai  rugi besar.  Sebab saat ini petani hanya mendapatkan hasil  Rp. 150.000. Padahal modal tanam cabai mencapai  Rp.5000.000. Samid hanya bisa pasrah dengan kondisi ini  Karena  air di daerahnya sudah mengering.  Bahkan air yang digunakan untuk kebutuhan sehari–hari saja mengandalkan droping air bersih  dari BPBD Banyuwangi.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur,  saat ini telah menetapkan daerahnya  siaga darurat  bencana kekeringan. Status itu ditetapkan sejak   1 September 2017 lalu.

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Derah (BPBD) Banyuwangi Eka Muharram mengatakan,  saat  ini sudah ada 5 desa  yang dilanda kekeringan, dari  29 desa  yang berpotensi kekeringan di Banyuwangi. Lima Desa yang dilanda kekeringan itu, Desa Bansring, Wongsorejo, Sidowangi, Alasbulu dan Desa Alas Malang Kecamatan Wongsorejo.

Editor: Rony Sitanggang
  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.