Kekeringan, BPBD Rembang Kesulitan Salurkan Air ke Pelosok Desa

"Kalau ada pengiriman air, kami mohon warga bisa memahami dan ngalahi turun ke dataran yang lebih rendah."

Jumat, 08 Sep 2017 10:56 WIB

Bantuan air bersih untuk warga di Rembang, Jateng. (Foto: KBR/Musyafa)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Rembang– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Rembang, Jawa Tengah memetakan sejumlah desa pelosok yang sulit dijangkau armada truk tangki air, selama kegiatan droping air bersih untuk mengurangi dampak bencana kekeringan. Kepala Seksi Logistik BPBD Rembang, Ahmad Makruf mencontohkan desa Bitingan kecamatan Sale. Lokasi desa tersebut cukup tinggi, diperparah dengan kerusakan jalan, sehingga menyulitkan sopir truk tangki menuju desa tersebut.

Kata Ahmad desa lain yang sulit dijangkau adalah  dusun Wuni desa Kajar kecamatan Gunem yang berada di atas perbukitan. Lokasi jalannya juga rusak dan terdapat tanjakan sangat terjal. Khusus dusun Wuni, menurut Ahmad Makruf tidak bisa dijangkau truk tangki. Solusinya, masyarakat sana diarahkan turun mendekati truk tangki yang siaga di titik terdekat. Kalau dipaksakan, terlalu beresiko bagi keselamatan sopir maupun armada kendaraan yang membawa muatan air 4 ribu liter.

“Dusun Wuni memang paling sulit, jadi kalau ada pengiriman air, kami mohon warga bisa memahami dan ngalahi turun ke dataran yang lebih rendah. Sudah biasa kok, tahun–tahun sebelumnya juga seperti itu,“ ucap Makruf.

Droping air tahap awal ditujukan untuk desa Sendangasri kecamatan Lasem, desa Bitingan kecamatan Sale, desa Sambong dan desa Lemahputih di kecamatan Sedan. Seorang warga dusun Rangkah desa Sendangasri, Endang Rezeki mengatakan tiap hari mencari air keluar kampung yang berjarak 1 kilo meter. Untuk menghemat air, warga yang biasanya mandi sehari 2 kali, sekarang tinggal sekali. Setelah menerima bantuan dari Pemkab Rembang, Endang berharap ada bantuan lagi.

“Sumber air di sini susahnya bukan main mas. Kalau ada ya di sana agak jauh,  paralonnya butuh banyak, mendingan tidak usah. Makanya kami tiap pagi dan sore berburu air bersih. Soal bantuan, kalau bisa jangan hanya sekali ini. Syukur datang tiap hari,“ pinta wanita paruh baya ini.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Pemilihan umum 2019 memang masih satu tahun lagi. Namun hingar bingar mengenai pesta akbar demokrasi m ilik rakyat Indonesia ini sudah mulai terasa saat ini.