Kejawen Komunitas Bonokeling Rayakan Iduladha Hari Ini

Perayaan Iduladha bagi warga Kejawen Bonokeling lebih lambat dari perayaan Iduladha pada umumnya, yang jatuh pada 1 September 2017 lalu.

Kamis, 14 Sep 2017 16:58 WIB

Penganut kejawen Komunitas Bonokeling di Cilacap,Jawa Tengah. (Foto: KBR/Muhamad Ridlo)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Banyumas – Ratusan penganut Kejawen Komunitas Bonokeling di Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah merayakan Iduladha, hari ini, Kamis (14/9/2017). 

Dalam istilah bahasa setempat, Iduladha disebut 'Perlon Besar'. 

Juru bicara Tetua Adat Komunitas Bonokeling, Sumitro mengatakan pada Tahun Za ini 'Bada Perlon' atau Perlon Besar tiba di hari Kamis Pahing, yang pada bulan ini jatuh di pekan ketiga penanggalan Jawa.

Rangkaian bada perlon dimulai Kamis pagi dengan ritual pemotongan hewan kurban. Tahun ini ada 20 orang (anak putu) yang mendaftar berkurban kambing.

Setelah pemotongan hewan kurban, para pawestri (perempuan) memasak dan mempersiapkan makanan. Tahun ini, ada 90 tumpeng dan 300 ambengan yang disiapkan. Ambengan merupakan seporsi makanan beserta lauk-pauk Jawa lengkap yang dibentuk dan dibungkus secara khusus.

Anak cucu komunitas Bonokeling selanjutnya melakukan prosesi bekten atau bersih kubur dan berdoa di makam Kyai Gunung, yang terletak di komplek yang sama dengan Penambahan Bonokeling.

Setelah itu, anak putu akan mengadakan slametan atau berdoa bersama-sama dan menikmati hidangan hewan kurban yang telah dimasak pada pagi hari. Daging hewan kurban juga dibagikan kepada masyarakat lain di luar komunitas Bonokeling.

"Orang-orang yang memberikan nasi tumpeng, berkurban kambing selanjutnya berziarah ke makam Kyai Gunung. Setelah selesai, lalu menikmati makanan bersama alias kepungan, atau selamatan. Kalau yang bikin tumpeng ada 90 orang, yang bikin ambengan ada sekitar 300-400. Jadi total sekitar 500 orang," kata Sumitro, Kamis (14/9/2017).

Sumitro menambahkan rangkaian 'Perlon Besar' Komunitas Bonokeling telah dimulai pekan lalu dengan bekten (ziarah) ke Makam Panembahan Bonokeling. 

Komunitas Bonokeling menggunakan kalender Alif Rebo Wage (Aboge). Lantaran tahun ini merupakan tahun Za, Lebaran Idul Adha, atau disebut ‘Bada Perlon’ tiba di Kamis Pahing.

Bada perlon atau Perlon Besar tahun ini diikuti sektar 500-700 anak cucu yang ada di Desa Pekuncen dan sekitarnya. Selain itu, ada sejumlah anak cucu yang juga pulang dari daerah lain untuk mengikuti prosesi.

Perayaan Iduladha bagi warga Kejawen Bonokeling lebih lambat dari perayaan Iduladha pada umumnya, yang jatuh pada 1 September 2017 lalu. 

 

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.