Debu Batu Bara Ganggu Pelabuhan, Syahbandar Cirebon Sentil Pelindo II

Debu itu berasal dari aktivitas truk pengangkut batu bara

Selasa, 05 Sep 2017 21:29 WIB

Warga bersama-sama menyemprot jalanan dari debu batu bara di sekitar pelabuhan Cirebon. (Foto: KBR/Frans Mokalu)

KBR, Cirebon- Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Cirebon menuding Pelindo II Cirebon terkesan tak perduli dengan dampak buruk debu batu bara di pelabuhan. Debu itu berasal dari truk pengangkut batu bara yang ke luar-masuk pelabuhan.

Kepala KSOP Kelas II Cirebon Revolindo mengatakan, sikap Pelindo II terkesan acuh terhadap kebersihan pelabuhan. Padahal menurutnya hal ini merupakan tanggung jawab lembaga tersebut.

“Ini sebetulnya tanggung jawab Pelindo tapi karena hubungannya dengan pelabuhan dan masyarakat, jadi kami turun langsung,” katanya, Selasa 5/09/2017.

Pihaknya sudah melakukan beberapa kali kordinasi dengan Pelindo II Cirebon, namun tidak direspon positif. Revolindo mengatakan, dirinya berhasil berkoordinasi dengan pengusaha batu bara untuk menyemprot jalan dan truk pengangkut batubara.

“Penyemprotan ini sebenarnya tanggung jawab Pelindo II. Tapi, tatkala kita melakukan teguran-reguran lisan tidak direspon, demi tanggung jawab terhadap Pemerintah Kota Cirebon dan masyarakat, kami dan pengusaha batu bara akhirnya ambil langkah,” ungkapnya.

Pihaknya pun merasa kesulitan ketika melakukan penyemprotan karena alat semprot yang tersedia hanya tiga unit.

“Alat steam punya Pelindo ada satu, dari kawan-kawan pengusaha ada dua unit. Kepada kawan-kawan pengusaha nanti kita akan kordinasi, paling tidak menyediakan tiga lagi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penyemprotan jalan dan truk dilakukan untuk mencegah debu batu bara beterbangan ke daerah sekitar. Penyemprotan pun diarahkan ke saluran air di sekitar pelabuhan. “Memasuki musim kemarau angin kencang sekali. Jadi jalannya kita semprot, sebelum ke luar pelabuhan, truk pengangkut batu bara juga kita semprot supaya debunya tidak mengganggu,” terangnya.

Menurutnya, dalam satu hari aktivitas bongkar batu bara di Pelabuhan Cirebon mencapai 15 ribu ton pendistribusiannya dilakukan dengan truk. “Satu truk kapasitasnya 25 ton, jadi bisa dihitung berapa truk yang bolak-balik di Pelabuhan per harinya,” pungkasnya.

Editor: Dimas Rizky 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi
  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP

Kemenkes Dorong Pekerja Perempuan Berani Ambil Cuti Haid dan Melahirkan

  • Sidang Aman Abdurrahman, Jaksa Cecar Pelaku Penembakan Polisi
  • Tak Ada Fasilitas, Ribuan Pelajar SMP Terpaksa UN Manual
  • Tiongkok Akui Keluarkan Informasi Gempa Besar Fiktif

Diabetes kerap menjadi masalah yang mengkhawatirkan di Indonesia. Penyakit yang satu ini berkaitan erat dengan pola gaya hidup sehat, mulai dari makanan hingga aktivitas fisik.