Banyuwangi Siaga Darurat Kekeringan

"Karena dari rekomendasi BMKG musim kemarau ini akan sampai pada bulan Desember di Banyuwangi. Sehingga kita harus siaga selama musim kemarau itu."

Kamis, 07 Sep 2017 12:21 WIB

BPBD Banyuwangi menyalurkan air bersih ke daerah terdampak kekeringan. (Foto: KBR/Hermawan A.)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Banyuwangi- Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur,  menetapkan siaga darurat  bencana kekeringan.  Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Derah (BPBD) Banyuwangi Eka Muharram mengatakan,  saat  ini sudah ada 5 desa  yang dilanda kekeringan, dari  29 desa  yang berpotensi kekeringan di Banyuwangi.

Lima Desa yang dilanda kekeringan itu, Desa Bansring, Wongsorejo, Sidowangi, Alasbulu dan Desa Alas Malang Kecamatan Wongsorejo. Di daerah itu sejak sebulan ini  masyarakat kesulitan mencari air. Sebab sumber mata air yang menjadi  andalan warga sudah mengering. Selain itu sumur bor bantuan dari pemerintah juga rusak. Sehingga  sekitar 3000   keluarga di 5 desa itu kesulitan air bersih.

“Karena dari rekomendasi BMKG musim kemarau ini akan sampai pada bulan Desember di Banyuwangi. Sehingga kita harus siaga selama musim kemarau itu. Kita mengacu pada tahun sebelumnya, walaupun ada kemungkinan ada pengurangan kemudian ada penambahan. Tetapi acuan kita adalah penangananan yang sudah dilakukan pada tahun yang lalu, dengan kajian tahun sekarang,” kata Eka Muharram  di Banyuwangi, Kamis (7/9/2017) .

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Derah (BPBD) Banyuwangi Eka Muharram menambahkan,  siaga darurat  bencana kekeringan  ini berlangsung mulai   1 September  sampai  31 Desember 2017. Sebab berdasarkan prekiraan dari Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi  musim kemarau  di   Banyuwangi dan sekitarnya berlangsung hingga   Desember.

Kata Eka, jika  musim kemarau masih berlanjut hingga bulan berikutnya, maka status siaga  darurat kekeringan akan diperpanjang. Menurut Eka,  saat ini BPBD Banyuwangi setiap harinya telah mendroping 5000 liter air bersih ke daerah terdampak kekeringan.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh

Pemerintah Godok Opsi Format Pencantuman Agama Kepercayaan Di KTP

  • PLN Siap Jalani Putusan MK Soal Aturan Nikah Teman Sekantor
  • Polisi Banyuwangi Perketat Keamanan Objek Vital
  • Statistik Opta: Rooney Masih Garang Cetak Peluang Menjadi Gol

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi