Ilustrasi: aktivitas di bandara Ngurah Rai Bali (Foto: Antara)



KBR, Bali- Alat pendeteksi panas (Thermo Scan) Bandara I Gusti Ngurah Rai rusak. Kerusakan thermoscan ini sudah berlangsung lebih dari setahun. Akibatnya alat ini tidak mampu mendeteksi panas tubuh penumpang yang datang di bandara internasional Ngurah Rai.

Kepala kantor kesehatan pelabuhan kelas 1 Denpasar, Lucky Tjahyono mengatakan diperlukan biaya yang besar guna memperbaiki alat tersebut. Saat ini untuk mendeteksi penumpang internasional yang suhu tinggi dilakukan secara manual.

"Dengan adanya virus Zika ini kantor kesehatan pelabuhan meningkatkan kesiapsiagaan dengan mendeteksi dan merespon yang ditingkatkan. Tim bekerja  di depan kantor imigrasi untuk mendeteksi penumpang melalui pengamatan dan pemeriksaan suhu," ujarnya, Jumat (02/09/2016).

Saat ini kata dia ada empat orang tenaga kesehatan yang bekerja secara bergantian selama 24 jam. Petugas memeriksa secara acak 30-40 penumpang internasional yang baru datang. Saat ini ada 8 maskapai yang melayani rute Singapura-Bali, diantaranya Singapore Air lines, Air Asia dan Jet Star. Total ada 16 penerbangan dengan 3.000-an penumpang.

Selain itu mulai besok petugas akan memberikan kartu kesehatan kepada penumpang sebagai pengontrol apabila dikemudian hari merasa sakit, bisa melapor kepada petugas kesehatan.

Editor: Dimas Rizky

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!