Virus Zika, Bandara Ngurah Rai Beri Tempat Khusus Bagi Penumpang Singapura

Petugas juga mengupayakan pesawat dari Singapura parkir pada nomor 19-37 dari 30 tempat parkir yang ada.

Minggu, 04 Sep 2016 19:02 WIB

General Manager Bandara Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi. Foto: Yulius Martony/KBR

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Bali- Bandara Ngurah Rai, Bali menempatkan penumpang dari penerbangan Singapura di tempat yang khusus di terminal kedatangan untuk mengantisipasi penyebaran virus zika. General Manager Bandara Ngurah Rai, Yanus Suprayogi mengatakan, petugas juga mengupayakan pesawat dari Singapura parkir pada nomor 19-37 dari 30 tempat parkir yang ada. Tujuannya petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dapat lebih mudah melakukan pemeriksaan.


"Kita sebagai pengelola bandara sudah harus tahu jangan sampai ada intruksi baru dilaksanakan ini juga berkesinambungan karena di sini pintu masuk wisatawan," ujarnya.

Yanus Suprayogi menambahkan beberapa tempat yang ada juga sengaja dikosongkan guna pemeriksaan. Pihaknya, kata dia, menyiagakan ambulans 24 jam untuk antisipasi keadaan darurat.

Baca: Virus Zika, IDI Desak Kemenkes Lokalisir Lokasi Kasus

Setiap hari ada 16 kali penerbangan dari Singapura dari delapan maskapai di antaranya Singapura Airline, Jet Star, Silk Air dan Royal Dutch. Mereka membawa sekitar 3.000 penumpang dari Singapura.

Baca juga:

Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

KPPU Belum Temukan Indikasi Monopoli PT IBU

  • Menristek Bakal Tindak Dosen HTI Sesuai Prosedur
  • PUPR Kejar Sejumlah Ruas Trans Sumatera Beroperasi 2018
  • Kelangkaan Garam, Kembali ditemukan Garam Tak Berlogo BPOM

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.