ilustrasi. Pameran produk UMKM di Klaten, Jateng. Foto: Antara



KBR, Balikpapan– Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kota Balikpapan ( Disperindagkop) Kota Balikpapan,  Doortje Marpaung mengungkapkan, para pelaku usaha usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) kesulitan mengakses modal perbankan.

Menurutnya, selain minimnya informasi dan sosialisasi dari perbankan, pelaku UMKM banyak yang tidak tahu bagaimana cara mengajukan permohonan permodalan ke perbankan.  

Padahal kata dia, di saat Pemerintah Daerah mengalami defisit anggaran, pihak swasta maupun perbankan berperan aktif mendorong geliat UMKM.

“Untuk UMKM, Pemerintah Kota Balikpapan tetap fokus dan tetap memberdayakan UMKM, khususnya di sektor riil. Namun kita perlu sinergitas dengan seluruh unsur terkait, kenapa saya katakana demikian? Karena akses dia (UMKM) untuk perbankan agak sulit,” ujar Dortje Marpaung, Kamis (29/09/2016).

Dia menambahkan, saat ini di Balikpapan ada ribuan pelaku UMKM yang bergerak di sektor rill. 

“Hanya saja ( usaha ) kurang bergeliat karena minimnya modal usaha.”  

Selain itu kondisi lesunya perekonomian di Kalimantan Timur akibat anjloknya harga batubara dan minyak dunia juga berimbas pada geliat UMKM, “bantuan dari swasta nyaris tak ada lagi.”

Baca juga:

Editor: Malika

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!