Tekor 2 MW, PLN Area Sumba Lakukan Pemadaman Bergilir

Defisit listrik terjadi karena kerusakan alat dan perbaikan

Rabu, 14 Sep 2016 20:27 WIB

Ilustrasi: setkab.go.id

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Waingapu- PLN Area Sumba tekor daya listrik hampir 2 Mega Watt atau sekitar 33% dari total daya listrik di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, NTT.

Kepala PLN Area Sumba Faizal Risa di ruang kerjanya, Rabu (14/09/2016) mengatakan akibat kekurangan daya itu, saat beban puncak di malam hari, pihaknya harus memadamkan listrik secara bergiliran di Sumba Timur. Kata dia pemadaman bergilir dimulai pukul 18.00 sampai 24.00 WITA hingga akhir bulan September 2016.

Ujarnya defisit ini terjadi lantaran adanya kerusakan dan perbaikan jaringan listrik.

"Kalau untuk mesin kita yang gangguan 1. Tadi sudah selesai diperbaiki, yang pemeliharaan kira-kira 1 minggu selesai, sedangkan untuk mesin yang disewa PLN, ada tiga unit mesin yang rusak. Itu estimasinya sampai akhir September baru selesai semua perbaikannya karena rusaknya cukup parah juga," jelas Faizal Risa.

Lanjut Faisal Risa, pemdaman listrik bergilir ini hanya untuk wilayah kabupaten Sumba Timur saja.

Data yang dikeluarkan PLN setempat, menyebut PLN membagi dalam 3 kelompok besar wilayah yang mengalami pemadaman listrik bergilir. Setiap grup wilayah mendapat jatah pemadaman bergilir 1 kali dalam 3 hari.
 
Dari pantauan KBR, akibat pemadaman listrik bergilir yang dilakukan PLN, sebagian besar wilayah kota Waingapu dan sekitarnya gelap pada malam hari.

Editor: Dimas Rizky 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Disebut Dukung HTI, Menpora Segera Panggil Adhyaksa

  • Diprotes Imvestor, Presiden Sentil 2 Menteri
  • KPPU: 5 Perusaah Atur Tata Niaga Beras di Sejumlah Provinsi
  • Indonesia Gandeng Azerbaijan Buat Pusat Pelayanan Terpadu

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.