Pemilik Produsen Cindera Mata Keramik Elina Studio, Elina Farida, menunjukkan contoh hasil produksi suvenir PON XIX Jabar yang dipesan oleh pemerintah setempat di Bandung, Senin (5/9). (Foto: KBR/Arie Nugraha)



KBR, Bandung-  Produsen keramik di Bandung hancurkan cenderamata Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX. Pasalnya sebanyak 50 item gantungan kunci dan 150 item tempelan kulkas yang dipesan  Pemerintah Provinsi Jawa Barat sejak Juli tak juga dibayar.

Pemilik Produsen suvenir keramik Elina Studio, Elina Farida mengatakan, seluruh pesanan dari pemerintah yang rampung diproduksi itu bernilai total Rp 9 juta.

"Tadinya sih yang dipesan banyak. Ini kita dipesan oleh  Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah)  Jabar. Tadinya item yang dipesan banyak tapi karena tidak jelas   DP (uang muka) atau SPKnya gitu ya, sampai akhir bulan lalu (Agustus), jadi saya tidak bisa menalangi dananya sementara tidak ada kejelasan kecuali ada SPK," ujarnya di Bandung, Senin (5/9).

Pemilik Produsen Cindera Mata Keramik Elina Studio, Elina Farida mengatakan, pada awalnya pesanan yang diminta oleh pemerintah provinsi adalah 1000 unit gunting kuku, 100 unit plakat, 1000 unit tempelan kulkas dan 1000 unit mug dan gelas lengkap dengan logo PON XIX. Dengan ongkos produksi keseluruhan mencapai Rp 70 juta.

Dia menjelaskan akibat tidak adanya kejelasan pembayaran, maka sebagian cindera mata yang sudah rampung diproduksi dengan terpaksa dihancurkan, seperti mug dan gelas.

"Ya kita pecahin saja karena takutnya tidak jelas. Dalam artian tidak dibayar," kata dia.

Produsen suvenir keramik Elina Studio mengaku sebenarnya pemesanan yang kini telah diproduksinya,   tidak menguntungkana. Karena pemesanan dipatok Rp 9 juta ini, tidak sebanding dengan ongkos produksi yang mencapai Rp 10 juta.   Elina   meminta agar pemesanan yang dilakukan secara lisan ini dapat dibayarkan sesuai dengan kesepakatan, yaitu pada tanggal 10 September 2016.

Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!