Sisa Mortir Perang Dunia II, Ditenggelamkan di Selat Bali

Ada 4 mortir yang ditenggelamkan

Selasa, 27 Sep 2016 15:33 WIB

Penenggelaman amunisi zaman perang dunia ke II di Selat Bali (Foto: Hermawan/KBR)



KBR, Banyuwangi- Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banyuwangi Jawa Timur, memusnahkan 4 amunisi bahan peledak peninggalan masa perang dunia kedua yang ditemukan di sekitar Pantai Boom Banyuwangi. Pemusnahan 4 amunisi itu dengan cara ditenggelamkan ditengah laut di perairan Selat Bali.

Menurut  Komandan Lanal Banyuwangi  Wahyu Endriawan, 4 amunisi tersebut terdiri dari 2 mortir berukuran panjang 1 meter dengan diameter 15 cm dan 2 proyektil berukuran 30 cm dengan diameter 100 mm. Keempat amunisi tersebut ditemukan tak bersamaan.

ā€ˇWahyu mengatakan, amunisi ini sengaja ditenggelamkan lantaran sudah sangat berbahaya. Seluruh amunisi tersebut berkarat dan tak terdeteksi tahun berapa pembuatannya. Amunisi zaman penjajahan Belanda itu sengaja ditenggelamkan di lokasi latihan dan penenggelaman bahan peledak Lanal Banyuwangi di perairan Selat Bali.
 
"Jadi kita buang di laut memang di daerah tadi nyang kita buang lokasinya kedalaman 200 meter dan itu merupakan daerah wilayah latihanya TNI AL dan dalam sektor lokasi pembuangan amunisi. Dan amunisi yang sudah tidak layak, sangat ideal untuk dibuang di laut," kata Wahyu Endriawan (27/9/2016).

Komandan Lanal Banyuwangi  Wahyu Endriawan, menambahkan, sampai saat ini di sekitar Pantai Boom Banyuwangi diprediksi masih banyak amunisi atau bahan peledak peninggalan perang dunia kedua. Karena pantai Boom merupakan salah satu tempat strategis pertahanan saat penjajahan Belanda. Karena itu pihaknya  sampai saat ini masih terus menyisir di beberapa lokasi.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP

  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Jokowi: Bantuan untuk Kabupaten Asmat Terkendala Akses Transportasi

  • Pemikul Sabu 30 Kilogram Divonis 20 Tahun
  • Hari Kelima, Kabut Asap Tebal Landa Hong Kong
  • Federer Lolos ke Perempat Final Australia Terbuka

Presiden Joko Widodo menyerukan agar PR anak-anak sekolah tak hanya urusan menggarap soal. Tapi melakukan hal-hal yang terkait kegiatan sosial dan lingkungan.