Ilustrasi: Aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) gelar aksi. (Foto: Lipi.go.id)



KBR, Jakarta - Juru Bicara Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Sorong, Agustinus Aud mengaku didatangi 10 orang berpakaian preman pada Sabtu (24/9/2016) pukul 03.00 WIT dini hari. Kesepuluh orang yang datang menggunakan sebuah minubus dan tiga motor itu mengepung rumahnya di Mabilema KM 11, Sorong, Papua.

"Disuruh keluar paksa dari rumah, disuruh keluar tetapi saya tidak keluar. Mereka bilang, mereka datang mau cerita, tapi mereka datangnya subuh jam 3," cerita Agustinus Aud kepada KBR, Sabtu (24/9/2016).

Lantas, kata dia, orang-orang yang diduga dari kesatuan militer tersebut memukul dan berusaha mendobrak pintu serta jendela rumahnya. Akibatnya, pintu belakang rumah itupun rusak.

"Bilang mau cerita, keluar ke depan. Saya tidak keluar, saya menahan diri di dalam rumah. Mereka ketuk pintu tidak seperti orang ketuk pintu pelan, mereka mengetuk dengan kepalan tangan. Mereka mendobrak pintu dan jendela," ungkapnya.

Anggota komite di wilayah Sorong ini mengaku kebingungan lantaran tak mengetahui persis penyebab kedatangan orang-orang tersebut. Beberapa di antara tamu tak diundang itu, kata dia, ada yang membawa senjata. Dirinya tetap bertahan di dalam rumah dan menceritakan kondisi tersebut di laman facebooknya. Tak lama kemudian, beberapa anggota KNPB mendatangi rumah Agustinus.

kesepuluh orang itu kemudian membubarkan diri setelah anggota KNPB lain mulai berdatangan.

"Kawan-kawan datang mereka hilang, mereka pergi ke mana tidak tahu. Mungkin mereka sudah pasang teman-teman di depan jalan," katanya.

Dia pun melanjutkan, "orang-orang itu penampilannya seperti preman, ada yang menggunakan pakaian hitam. Mereka memaksa masuk mendobrak pintu dan jendela, pintu belakang mereka kasih rusak."

Baca juga:

Atas tindakan tersebut, ia mengatakan telah melaporkan ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta serta pengacara KNPB. Agustinus kini berada di rumah aman untuk mendapatkan perlindungan dan jaminan keamanan.

"Kami sudah lapor ke pengacara dan media lokal dan internasional. Sudah meneruskan ke Dandim dan Kapolres, mempertanyakan kenapa dan mengapa," katanya.

"Untuk sementara saya menghindar dulu, karena ini kan sudah ada niat jahat. Ini memang sudah masuk ancaman pembunuhan," pungkasnya.

Baca juga: Pembunuh Theys Tetap Naik Pangkat





Editor: Nurika Manan

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!