Operasi pemisahan bayi kembar siam asal Ciamis di RS Hasan Sadikin Bandung, Jawa Barat. (Sumber: RS Hasan Sadikin)



KBR, Bandung- Bayi kembar siam yang lahir dempet pada bagian dada sampai perut dari Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, berhasil dipisahkan melalui tindakan operasi oleh gabungan tim medis di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat. Operasi yang persiapannya dimulai sejak pukul 08:00 pagi  berlangsung   lebih dari lima jam.

Sebanyak lebih dari 70 dokter spesialis dari RS Hasan Sadikin dan dibantu oleh dokter spesialis dari RSUD Soetomo, Surabaya, dikerahkan dalam operasi pemisahan bayi kembar siam yang mengalami kelainan dengan istilah medis conjoined twin omphalopagus tersebut. Menurut anggota tim medis di RS Hasan Sadikin, Dicky Drajat, saat persiapan   menemui kesulitan  pemasangan  akses pembuluh nadi untuk memonitor kondisi bayi selama operasi. Hal itu disebabkan adanya kelainan anatomis di pembuluh darah, sehingga operasi pemisahannya baru dimulai pada pukul 12.00 WIB.

"Pemisahan bagian yang dempet, bagian yang bersatu memang berjalan lancar. Mulai dari kulit, kemudian otot, tulang rawan di dada yang menempel juga dengan lancar kita bisa pisahkan. Yang kami anggap agak riskan itu pemisahan liver," ujarnya di RS Hasan Sadikin, Bandung, Selasa (27/9).

Anggota tim medis di RS Hasan Sadikin, Dicky Drajat mengatakan riskannya pemisahan bagian liver ini disebabkan, karena ketebalan bersatunya mencapai 6 centimeter kebelakang dan 5 sentimeter dari atas ke bawah. Tetapi sukses dipisahkan tanpa pendarahan yang berarti.

Dia menambahkan, sementara untuk usus   terpisah dengan selaput sehingga tidak dilakukan operasi pemisahan. Karena kedua bayi kembar ini masing-masing memilikinya.

Usai operasi pemisahan ini, kondisi kedua bayi ini dinyatakan dalam keadaan sehat. Tindakan dari tim medis ini, yaitu melakukan tindakan operasi penutupan dinding bagian depan perut dan kulit usai pemisahan agar kemudian hari tidak ada penonjolan organ usus dan dada serta melancarkan pernapasan.

Sementara untuk bayi bernama Gesya yang mengalami kelainan pada jantungnya, belum bisa dipindahkan dari ruang operasi. Hal itu karena harus melakukan tindakan medis lainnya untuk menanggulangi kelainan jantung.

Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!