Polres Banyumas Tangkap Pelaku Penculikan Mahasiswi Kedokteran Unsoed

Kepolisian menangkap salah satu pelaku penculikan Mahasiswi Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, SN.

Kamis, 08 Sep 2016 12:52 WIB

Ilustrasi perempuan korban penculikan. Foto: ANTARA

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Banyumas – Kepolisian menangkap salah satu pelaku penculikan Mahasiswi Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, SN. Pelaku ditangkap di Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat tadi malam.

Kepala Polres Banyumas, Gidion Arif Setiyawan mengatakan, kepolisian berhasil menemukan lokasi korban dan pelaku dengan melacak sinyal dari telepon seluler korban. Dia menyatakan, korban penculikan selamat, namun masih trauma dan mengalami penurunan kondisi fisik.

Kata dia, dari hasil pemeriksaan, pelaku meminta tebusan sebanyak Rp60 juta. Pelaku juga mengancam keluarga korban untuk tidak melapor ke polisi. Namun, lantaran bingung dan takut, keluarga tetap melaporkan ke Polres Banyumas.

"Proses penangkapannya, kita kerjasama dengan wilayah tetangga. Kita melakukan penyekatan dan dia masih lolos. Sampailah dia di Kalipucang, masih lolos. Kemudian diblok oleh sepeda motor masyarakat. Kemudian dari belakang dikejar oleh mobil patroli," kata Kepala Polres Banyumas, Gidion Arif Setiyawan, Kamis (8/9/2016).

Kapolres Banyumas Gidion Arif Setiyawan mengungkap, korban diculik di Kompleks Fakultas Kedokteran Unsoed saat tengah memfotokopi materi kuliah, Rabu sekira pukul 15.30 WIB. Kemudian, ketika mendekati mobilnya, SN didorong ke mobilnya dan dibawa kabur beserta mobilnya.

Kata Gidion, pelaku menggunakan mobil pickup dan berjumlah lima orang. Pelaku kemudian berpencar. Sebagian menyekap korban di mobil korban, sisanya mengendari mobil pickup. Saat ini, empat pelaku lain masih dalam pengejaran kepolisian.

Kini, korban masih didampingi Tim Dokter Polres Banyumas dan Fakultas Kedokteran Unsoed lantaran kondisinya menurun dan menderita trauma.




Editor: Quinawaty 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

KPPU Belum Temukan Indikasi Monopoli PT IBU

  • Menristek Bakal Tindak Dosen HTI Sesuai Prosedur
  • PUPR Kejar Sejumlah Ruas Trans Sumatera Beroperasi 2018
  • Kelangkaan Garam, Kembali ditemukan Garam Tak Berlogo BPOM

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.