Polisi Banyuwangi Gagalkan Penyelundupan Ribuan Benih Lobster

"Akhirnya kita amankan dan didalamnya didapatkan ada 3 dus styrofoam yang isinya benur, sebanyak 5000. Yang bawa sopir travel,”

Selasa, 06 Sep 2016 13:22 WIB

Polis bersiap melepaskan ribuan benur lobster ilegal di laut selat Bali. (Foto: KBR/Hermawan A.)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Banyuwangi- Jajaran Kepolisian air Banyuwangi Jawa Timur,  menggagalkan perdagangan 5000 ekor benih lobster yang berasal dari Perairan Jember. Benih   hendak dibawa ke Lombok Nusa Tenggara Barat  di Pelbuhan Ketapang.

Kepala Kepolisian air Banyuwangi  Subandi mengatakan, Ribuan benih lobster itu hendak dijual oleh pengepul  bernama Edi asal Kabupaten Lombok, dengan menggunakan jasa angkutan trevel. Kendaraan itu lantas   diintai petugas dan dihentikan di depan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.
 
Saat diperiksa, mobil itu mengangkut 5000 ekor benih lobster (benur) yang hendak dibawa ke Lombok lalu diduga untuk pengelolaan benur tanpa izin.

“Mendapat informasi ada pengiriman barang benur anak lobster itu ke Lombok. Setelah kami sanggong sampai jam 02.15 wib sesuai laporan masyarakat benar. Akhirnya kita amankan dan didalamnya didapatkan ada 3 dus styrofoam yang isinya benur, sebanyak 5000. Yang bawa sopir travel,” kata  Subandi, Selasa (6/9/2016).

Kepala Kepolisian air Banyuwangi  Subandi menambahkan, Benih lobster atau benur itu ada ukuran tertentu yang boleh diperdagangkan sesuai dengan Undang-Undang Perikanan dan Peraturan Menteri Kelautan. Dan jika kurang dari ukuran yang ditentukan tersebut dilarang untuk diperjual belikan.

Kata Subandi, barang bukti ribuan benur lobster itu selanjutnya telah dilepaskan di perairan Selat Bali. Hal itu, sesuai ketentuan udang- undang  Perikanan dan Kelautan.

Para tersangka kata Subandi, akan dijerat dengan Undang-Undang tentang Perikanan dengan ancaman hukuman delapan tahun dan denda Rp1,5 miliar.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

Sampaikan Pledoi, Andi Narogong: Saya Salah Dan Minta Maaf Kepada Seluruh Rakyat Indonesia

  • Penyuap Panitera PN Jaksel Dituntut 3 Tahun Penjara
  • Presiden Jokowi Bahas Industri Pertahanan dan Kesejahteraan Prajurit dengan Panglima TNI
  • Menteri Pendidikan: Ada Ketidaksengajaan Sebut Yerusalem Ibu Kota Israel

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi