Perbaiki Rumah Tak Layak Huni, Banyumas Siapkan Rp12 M

Saat ini di Banyumas ada sebanyak 9000 RTLH yang belum tersentuh program perbaikan.

Jumat, 02 Sep 2016 15:54 WIB

Pemkab Banyumas anggarkan Rp 12 Miliar untuk memperbaiki Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sepanjang 2016. Foto: KBR/Muhamad Ridlo


KBR, Banyumas– Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah menyediakan anggaran sebesar Rp12 miliar untuk kegiatan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2016 ini.

Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (Bapermas PKB) Banyumas, Agus Miftah mengatakan dana sebesar Rp12 miliar tersebut dianggarkan pada Alokasi Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Definitif 2016 sebesar Rp6 miliar dan APBD-Perubahan sebesar Rp6 miliar.

Agus menjelaskan, anggaran sebesar itu digunakan untuk memperbaiki 3000 RTLH yang tersebar di seluruh kabupaten. Saat ini, kata dia, program sudah berjalan dan menyelesaikan 1500 RTLH. Masing-masing RTLH mendapat dana sebesar Rp4 juta.

“Bantuan berupa uang langsung diberikan ke penerima, lewat transfer rekneing Bank BPD Jateng,” jelasnya, Jumat (2/9/2015).

Agus Miftah mengakui kecilnya dana sumbangan yang diberikan kepada penerima bantuan, “Karena, sifatnya memang dana stimulan.”

Dana RTLH ini menurut Agus bisa digunakan untuk membeli bahan bangunan, seperti kusen, asbes, plafon dan cat. Sedangkan biaya pengerjaan ditanggung oleh pemilik rumah.

Ia berharap agar tetangga pemilik RTLH turut membantu pemilik rumah, baik secara finasial, bantuan bahan bangunan maupun gotong royong.

Saat ini di Banyumas ada sebanyak 9000 RTLH yang belum tersentuh program perbaikan.

Menurut dia, perbaikan RTLH akan terus dilakukan secara bertahap. Ia berharap pada anggaran 2017 nanti anggaran perbaikan RTLH bisa lebih besar dibanding 2016 supaya lebih banyak lagi RTLH yang diperbaiki.

Editor: Malika 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Pecah Antrian, PT ASDP Merak Pisahkan Kendaraan Pemudik Dengan Kendaraan Niaga

  • Desa Sambirejo Timur Tolak Jenazah Pelaku Teror di Mapolda Sumatera Utara
  • Pengamat: Eks ISIS Harus Direhabilitasi Sebelum Kembali ke Masyarakat
  • Lima Hari Bertugas, Dokter Anestesi Ditemukan Meninggal Dunia

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?