Penyebab Ribuan Nelayan Lhokseumawe Tak Bisa Melaut

"Mereka menganggur semua coba tengok. Bahkan mau tarik pukat saja tidak bisa atau bisa dibilang lumpuhlah,”

Jumat, 23 Sep 2016 15:10 WIB

Seorang nelayan di kawasan pesisir Kuala Mamplam, Desa Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, tak bisa melaut akibat ombak setinggi 3 meter. (Foto: KBR/Erwin J.)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Lhokseumawe– Ribuan nelayan di Kota Lhokseumawe, Acet tak bisa melaut. Penyebabnya ombak setinggi 3 meter yang melanda perairan Selat Malaka.

Tokoh Adat Nelayan Lhokseumawe, Muhammad Nurdin mengatakan, seluruh kapal nelayan sudah bersandar di dermaga. Dia belum dapat memastikan kapan situasi badai angin kencang yang disertai hujan dan petir itu akan mereda.

”Tadi kira-kira ada ketinggian 3 Meter sampai-sampai boat bisa dilewati ombak. Gelombang yang tinggi itu bergemuruh sampai kemari di darat terkena imbasnya. Kalau sudah begini nelayannya pasti  libur tidak ada kegiatan. Mereka menganggur semua coba tengok. Bahkan mau tarik pukat saja tidak bisa atau bisa dibilang lumpuhlah,” kata Nurdin menjawab KBR, Jumat (23/9).

Tokoh Adat Nelayan Lhokseumawe, Muhammad Nurdin menghimbau  nelayan untuk mewaspadai gangguan cuaca buruk tersebut. Terlebih, gelombang tinggi masih terus mengalami peningkatan yang dikhawatirkan dapat mengancam keselamatan jiwa nelayan ketika menjaring ikan di lautan lepas.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

BSN Sebut Hasil Uji Beras Sudah Sesuai Ketentuan

  • Menteri Sri: Swasta Jangan Mengeluh, Datangi Kami Biayai Infrastruktur
  • Asuransi TKI Cilacap Meninggal Kecelakaan Kerja Di Korsel Terkendala Dokumen
  • Tiga Bulan Menjabat, Popularitas Macron Terjun Bebas

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.