Siswa SDN 3 Tasikmadu bersihkan ruang kelas dari sisa material banjir bandang (Foto: Adhar Muttaqin/KBR)



KBR, Trenggalek- Banjir bandang melanda kampung nelayan di pesisir selatan Trenggalek, Jawa Timur, kemarin, Kamis (16/09/2016), dan mengakibatkan aktivitas di sejumlah sekolah terhenti total. Hari ini, para guru dan siswa bergotong-royong membersihkan sisa material longsor.

Di SD Negeri 3 Tasikmadu, Kecamatan Watulimo misalnya, seluruh kegiatan belajar-mengajar terpaksa ditiadakan. Kebijakan ini diambil karena seluruh ruang kelas mau pun halaman sekolah dalam kondisi kotor dan dipenuhi dengan endapan lumpur sisa banjir.  

Salah seorang guru, Intarti mengaku, selain menggenangi ruang kelas serta kantor sekolah, luapan banjir bandang juga menyebabkan sejumlah dokumen dan buku pelajaran sekolah ikut terendam. Pihak sekolah memastikan proses pembersihan akan diselesaikan hari ini, sehingga belajar-mengajar akan kembali normal pada Sabtu besok.

"Airnya masuk ke dalam kelas, semuanya terkena. Hari ini anak-anak tidak bisa masuk kelas, karena kan banjir dan bersih-bersih belum selesai. Hari ini diganti kerja bakti," katanya.

Sementara itu ratusan warga Desa Tasikmadu, Prigi dan Desa Gemaharjo, Kecamatan Watulimo yang menjadi korban banjir, mulai melakukan pembersihan sisa material banjir yang sempat menggenangi perkampungan. Heri, warga Desa Tasikmadu mengatakan, saat ini warga juga mulai membersihkan sejumlah perabot rumah tangga yang terendam, seperti kasur, kursi maupun perabot lainnya.

"Yang hanyut banyak juga, perabotan rumah tangga khususnya," kata Heri.

Lanjur Heri, banjir bandang yang menerjang tiga desa di Kecamatan Watulimo semalam diakibatkan oleh meluapnya sungai Gereng, selain itu banjir diperparah oleh mampetnya sejumlah saluran irigasi oleh tumpukan material sampah. Ketinggian banjir di pusat kota Kecamatan Watulimo semalam mencapai lebih dari satu meter. Beruntung kejadian ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa, namun kerugian warga akibat bencana tersebut diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Editor: Dimas Rizky 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!