Ilustrasi: Petugas berusaha memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Desa Bonai Darusalam, Kabupaten Rokan Hulu, Riau. (Foto: Antara)



KBR, Balikpapan – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kesulitan melakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan lantaran minimnya anggaran.

Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Timur Wahyu Widhi Heranata mengeluhkan, akibat defisit anggaran, pihaknya sejumlah proyek terpaksa ditunda termasuk program pencegahan kebakaran.

"Intinya begini, itu bagaimana dilakukan pencegahan. Lha memang ada kendala dalam hal penggunaan dana. Dana-dana dalam hal pencegahan. Selama ini kan, dana itu bisa keluar apabila dalam keadaan darurat. Terutama dana BTT (biaya tak teduga)," kata Wahyu Widhi Herata di Balikpapan, Jumat (2/9/2016).

Dia pun menjelaskan, anggaran yang sedianya Rp10,9 triliun harus dipangkas menjadi Rp 7,5 triliun. Wahyu pun mengakui, Kalimantan Timur memang tak tergolong daerah darurat kebakaran hutan dan lahan yang ditetapkan pemerintah pusat. Namun demikian, sejumlah titik menurutnya cukup rentan terbakar. Bahkan menurutnya sudah terpantau beberapa titik panas di hutan Kalimantan Timur seluas tujuh hektar tersebut.

Baca juga:

Mengatasi keterbatasan anggaran pencegahan Karhutla ini, pemerintah provinsi meminta puluhan perusahaan swasta khususnya pemegang izin pemanfaatan hasil hutan kayu dan Hutan Tanaman Industri (HTI) untuk menyiapkan sarana dan fasilitas pencegahan kebakaran hutan.

Dinas Kehutanan Kalimantan Timur mencatat, dari 14 kota dan kabupaten di Kalimantan Timur, sejumlah daerah yang rawan kebakaran hutan dan lahan di antaranya Kabupaten Kutai Kertanegera (Kukar), Penajam Paser Utara dan Kabupaten Berau.

Baca juga: Desa Siaga Api




Editor: Nurika Manan

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!