Pemkot Balikpapan Siapkan RS Rujukan Penderita Zika

"Upaya kami yaitu melakukan koordinasi dengan petugas kesehatan pelabuhan untuk melakukan, memasang thermo scan dan itu sudah dilakukan sejak dua minggu lalu."

Selasa, 06 Sep 2016 18:38 WIB

Ilustrasi: Penumpang kapal ferry dari Singapura melewati poster imbauan kewaspadaan terhadap penyebaran virus Zika di Pelabuhan Internasional Batam Centre, Batam, Kepulauan Riau. (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur memperketat pengawasan pintu masuk penyebaran virus zika, terutama di Bandara Internasional Sepinggan. Apalagi, Balikpapan menjadi kota transit di Kalimantan.

Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan, Balerina mengatakan, telah menggandeng Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanudjoso Balikpapan yang memiliki fasilitas ruang isolasi sebagai rujukan. Meski begitu, ia memastikan belum ada warganya yang terjangkit virus yang menyebabkan mikrosefali atau kepala mini pada bayi tersebut.

"Kami melakukan kewaspadaan, karena Balikpapan itu pintu gerbang. Upaya kita yaitu melakukan koordinasi dengan petugas kesehatan pelabuhan untuk melakukan, memasang thermo scan dan itu sudah dilakukan sejak dua minggu lalu," kata Balerina di Balikpapan, Selasa (6/9/2016).

Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan, Balerina menambahkan, selain bandara, pengawasan di Pelabuhan Semayang, Balikpapan juga diperketat. Pasalnya, pelabuhan tersebut bukan hanya untuk aktivitas bongkar muat melainkan juga untuk menurunkan penumpang. Setiap hari, kata dia, selalu saja ada kapal bersandar dari dalam maupun luar negeri.

Baca juga:

Balerina mengklaim, langsung memberikan perhatian serius sejak penyebaran virus zika di Singapura mencuat ke publik. Selain antisipasi di pintu-pintu masuk, dinas kesehatan setempat juga bekerja sama dengan petugas kesehatan di bandara dan pelabuhan untuk melakukan penyuluhan terkait gejala, pencegahan hingga bahaya virus zika.





Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

Sampaikan Pledoi, Andi Narogong: Saya Salah Dan Minta Maaf Kepada Seluruh Rakyat Indonesia

  • Penyuap Panitera PN Jaksel Dituntut 3 Tahun Penjara
  • Presiden Jokowi Bahas Industri Pertahanan dan Kesejahteraan Prajurit dengan Panglima TNI
  • Menteri Pendidikan: Ada Ketidaksengajaan Sebut Yerusalem Ibu Kota Israel

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi